Cuaca Panas Ekstrem Landa Jakarta, Begini Langkah Pemprov DKI Percepat Adaptasi dan Mitigasi Iklim

AKURAT JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menanggapi terkait kekhawatiran masyarakat terhadap fenomena cuaca panas ekstrem yang terjadi di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi suhu yang lebih panas dari biasanya merupakan kombinasi antara dampak perubahan iklim global dan pengaruh lokal, seperti kepadatan aktivitas perkotaan serta berkurangnya ruang hijau.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto menjelaskan, Pemprov DKI tengah mempercepat langkah adaptasi dan mitigasi iklim melalui berbagai program lingkungan.
Upaya tersebut antara lain perluasan ruang terbuka hijau, penanaman pohon di wilayah padat penduduk, serta pengendalian emisi dari transportasi dan industri.
"Jakarta tidak boleh hanya bereaksi setelah dampak terasa. Kami ingin menjadi kota yang tangguh, yang responsif terhadap perubahan iklim sekaligus berkomitmen menjaga keberlanjutan," ujar Asep
Asep menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan terus bekerja secara ilmiah, transparan, dan kolaboratif untuk melindungi lingkungan serta kesehatan masyarakat.
Menurutnya, fenomena hujan mikroplastik dan panas ekstrem menjadi pengingat bahwa perubahan perilaku kolektif dan kebijakan berkelanjutan merupakan keharusan, bukan pilihan.
"Jakarta harus menjadi contoh kota besar yang sigap menghadapi tantangan lingkungan dan berani berinovasi untuk keberlanjutan," pungkasnya.
Baca Juga: 5 Akibat Kurang Tidur yang Diam-Diam Menggerogoti Kesehatanmu
Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa suhu udara di Jakarta pada 16 Oktober 2025 mencapai 35 derajat Celsius, dengan kisaran suhu harian antara 26 hingga 34 derajat Celsius.
Pada 14 Oktober 2025, suhu tercatat antara 34-37 derajat Celsius di beberapa wilayah, dan kondisi panas ekstrem ini diperkirakan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025 akibat pengaruh gerak semu matahari dan Monsun Australia.
Merespons kondisi ini, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, telah menginstruksikan jajaran terkait untuk melaksanakan langkah-langkah mitigasi guna mengurangi dampak cuaca panas ekstrem terhadap warga.
Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta secara serius menangani dampak cuaca panas ekstrem. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor Schalke 04 vs RB Leipzig di Bundesliga, 31 Oktober 2026: Misi Sulit Royal Blues Menghentikan Dominasi Die Roten Bullen
- 7Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 8Prediksi Skor Bayer Leverkusen vs Stuttgart di Bundesliga, 31 Oktober 2026: Mampukah Die Werkself Pertahankan Rekor Sempurna?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



