Atasi Temuan Mikroplastik dalam Air Hujan di Jakarta, DLH DKI Perkuat Pengelolaan Sampah Lewat RDF hingga PSEL

AKURAT JAKARTA - Hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan adanya kandungan mikroplastik dalam air hujan di wilayah Jakarta.
Peneliti BRIN Muhammad Reza Cordova menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan sejak 2022 menunjukkan adanya mikroplastik dalam setiap sampel air hujan di ibu kota.
Mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah modern seperti RDF Plant Bantargebang, RDF Plant Rorotan, TPS 3R serta rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, penguatan infrastruktur pengelolaan sampah ini juga menjadi salah satu prioritas Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
"Pemprov DKI Jakarta sudah memiliki fasilitas RDF di Bantargebang dan sedang mempersiapkan peresmian RDF di Rorotan. Beberapa tahun terakhir kami juga membangun TPS-TPS 3R," kata Asep dalam keterangannya, dikutip Sabtu (25/10/2025).
"Selain itu, kami juga tengah menyiapkan pembangunan PSEL sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Gubernur agar pengelolaan sampah bisa menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat," sambungnya.
Baca Juga: Dishub DKI Benarkan Adanya Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta pada Tahun 2026, Ini Alasannya
Ia menambahkan, pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dari sumbernya. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta mendorong warga agar terbiasa memilah sampah organik dan anorganik dari rumah.
Sampah organik, sambung Asep dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dapat dikelola di bank sampah atau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
"Program satu RW satu bank sampah yang sedang berlangsung menjadi bukti nyata komitmen Pemprov DKI dalam membangun budaya pengelolaan sampah di masyarakat. Edukasi dari rumah adalah kunci untuk mengurangi potensi pencemaran mikroplastik di lingkungan," terangnya.
Selain pengelolaan sampah, Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat sistem pemantauan kualitas udara agar masyarakat dapat mengetahui kondisi lingkungan secara real-time melalui portal udara.jakarta.go.id dan JAKI. Mikroplastik dalam udara juga dapat terpantau melalui parameter polutan PM 2.5.
Melalui platform ini, lanjut Asep, warga bisa memantau indeks kualitas udara harian serta mengambil langkah antisipatif terhadap kondisi udara yang memburuk, seperti menggunakan masker hingga membatasi aktivitas di luar ruangan bagi kelompok sensitif.
"Kami juga tengah menyiapkan Early Warning System (EWS) yang dikembangkan dari platform udara.jakarta.go.id agar masyarakat dapat mengetahui prakiraan kondisi polusi udara hingga tiga hari ke depan," paparnya.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, kata Asep, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjaga kualitas lingkungan dengan pendekatan terpadu, mulai dari pengurangan sampah di sumber, peningkatan kapasitas pengelolaan berbasis teknologi, hingga memitigasi dampak pencemaran udara dan mikroplastik.
"Harapan kami, Jakarta dapat menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, di mana kolaborasi masyarakat dan pemerintah berperan aktif dalam menjaga lingkungan yang dimulai dari hal sederhana dari rumah masing-masing," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








