Jakarta

Welfizon Beberkan Alasan Kenaikan Tarif Transjakarta Jadi Rp 5.000, Imbas Subsidi dari Pemprov DKI Dikurangi Terus Sejak 2022

Yasmina Nuha | 5 November 2025, 15:14 WIB
Welfizon Beberkan Alasan Kenaikan Tarif Transjakarta Jadi Rp 5.000, Imbas Subsidi dari Pemprov DKI Dikurangi Terus Sejak 2022

AKURAT JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengungkapkan alasan dibalik wacana kenaikan tarif yang diperkirakan menjadi Rp 5.000 per penumpang.

Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menuturkan bahwa kenaikan tarif ini imbas subsidi dari Pemprov DKI Jakarta yang terus menurun sejak tahun 2022.

Di mana subsidi awal yang diberikan dari Rp 16.000, namun semakin menurun drastis hingga kini tinggal Rp 9.700 per penumpang.

Baca Juga: Manajer Zaki Iskandar: Modal Piala Asia U-17 Jadi Kunci Garuda Muda Tampil Lepas di Piala Dunia

"Jadi di 2024 itu subsidi per pelanggannya Rp 9.700. Kalau dilihat dari tahun 2022, karena 2022 masih ada Covid ya, itu sebenarnya sudah turun dari Rp 16.000 terus Rp 11.400, terus ke Rp 9.700," ujar Welfizon kepada wartawan, Rabu (5/11/2025).

Dengan penurunan subsidi tersebut, managemen Transjakarta sudah melakukan efesiensi dari sisi kinerja dan prosesnya.

"Artinya dari sisi korporasi kita sudah makin lama makin efisien. Dengan biaya atau pun subsidi yang dialokasikan oleh Pemprov DKI, kita bisa lebih banyak melayani masyarakat. Jadi artinya makin efisien prosesnya," katanya.

Selain itu, lanjutnya, dibandingkan dengan kota-kota besar di dunia lainnya, biaya tarif dan subsidi perekonomiannya masih di bawah rata-rata.

"Kan kita juga harus bandingkan nih, kalau kita naik di kota-kota di dunia, itu tarifnya kira-kira Rp 1,5 euro. Kalau kita biaya keekonomian kita itu Rp 0,75 euro. Jadi artinya dari sisi efisiensinya kita sudah mencoba menekan sehingga biayanya itu makin lama makin efisien," jelasnya.

Baca Juga: Oxperience 2025: Festival Musik di Plaza Barat GBK Senayan, Ada Dewa 19, RAN, Nadin Amizah, Isyana Sarasvati, HIVI! dan The Lantis, Cek Tanggalnya!

Untuk itu, pihaknya pun menilai perlu adanya kenaikan tarif dari Transjakarta yang belum pernah naik selama 2 dekade.

"Terkait dengan tarif ya, Rp 3.500 dari tahun 2005. Jadi sudah 20 tahun. 2005 itu UMP masih Rp 800.000-an. Selama 20 tahun belum pernah naik (tarif)," tukasnya.

Saat ini, kata Welfizon, Transjakarta masih mengkaji lebih dalam dengan melihat respon dari publik terkait kenaikan tarif ini.

Nantinya, pihaknya akan menyampaikan secara menyeluruh hasil dari kajian kenaikan tarif ini kepada publik.

Baca Juga: Gubernur Pramono Klarifikasi: Tak Pindahkan Gedung atau Kampus IKJ, Tapi Jadikan Kota Tua Pusat Etalase Seni dan Budaya

"Nanti kita akan sampaikan secara resmi terkait dengan data-data detail terkait dengan kajiannya," tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.