Welfizon Beberkan Alasan Kenaikan Tarif Transjakarta Jadi Rp 5.000, Imbas Subsidi dari Pemprov DKI Dikurangi Terus Sejak 2022

AKURAT JAKARTA - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengungkapkan alasan dibalik wacana kenaikan tarif yang diperkirakan menjadi Rp 5.000 per penumpang.
Direktur Utama (Dirut) PT Transjakarta, Welfizon Yuza, menuturkan bahwa kenaikan tarif ini imbas subsidi dari Pemprov DKI Jakarta yang terus menurun sejak tahun 2022.
Di mana subsidi awal yang diberikan dari Rp 16.000, namun semakin menurun drastis hingga kini tinggal Rp 9.700 per penumpang.
Baca Juga: Manajer Zaki Iskandar: Modal Piala Asia U-17 Jadi Kunci Garuda Muda Tampil Lepas di Piala Dunia
"Jadi di 2024 itu subsidi per pelanggannya Rp 9.700. Kalau dilihat dari tahun 2022, karena 2022 masih ada Covid ya, itu sebenarnya sudah turun dari Rp 16.000 terus Rp 11.400, terus ke Rp 9.700," ujar Welfizon kepada wartawan, Rabu (5/11/2025).
Dengan penurunan subsidi tersebut, managemen Transjakarta sudah melakukan efesiensi dari sisi kinerja dan prosesnya.
"Artinya dari sisi korporasi kita sudah makin lama makin efisien. Dengan biaya atau pun subsidi yang dialokasikan oleh Pemprov DKI, kita bisa lebih banyak melayani masyarakat. Jadi artinya makin efisien prosesnya," katanya.
Selain itu, lanjutnya, dibandingkan dengan kota-kota besar di dunia lainnya, biaya tarif dan subsidi perekonomiannya masih di bawah rata-rata.
"Kan kita juga harus bandingkan nih, kalau kita naik di kota-kota di dunia, itu tarifnya kira-kira Rp 1,5 euro. Kalau kita biaya keekonomian kita itu Rp 0,75 euro. Jadi artinya dari sisi efisiensinya kita sudah mencoba menekan sehingga biayanya itu makin lama makin efisien," jelasnya.
Untuk itu, pihaknya pun menilai perlu adanya kenaikan tarif dari Transjakarta yang belum pernah naik selama 2 dekade.
"Terkait dengan tarif ya, Rp 3.500 dari tahun 2005. Jadi sudah 20 tahun. 2005 itu UMP masih Rp 800.000-an. Selama 20 tahun belum pernah naik (tarif)," tukasnya.
Saat ini, kata Welfizon, Transjakarta masih mengkaji lebih dalam dengan melihat respon dari publik terkait kenaikan tarif ini.
Nantinya, pihaknya akan menyampaikan secara menyeluruh hasil dari kajian kenaikan tarif ini kepada publik.
"Nanti kita akan sampaikan secara resmi terkait dengan data-data detail terkait dengan kajiannya," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







