JCF Dinilai Tak Gantikan Peran BUMD, Legislator Golkar: Justru Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Syafi Fabio Djohan, menilai bahwa Jakarta Collaboration Fund (JCF) tidak akan mengambil alih peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melainkan memperkuatnya.
Menurutnya, JCF dapat menjadi sumber pembiayaan tambahan bagi daerah dan mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan swasta.
"JCF tidak menggantikan peran BUMD," ujar Syafi, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Golkar Tekankan Prioritas Revitalisasi Halte TransJakarta, Harus Utamakan Kepentingan Masyarakat
Selama ini, kata Syafi, BUMD menjadi ujung tombak pengelolaan aset dan investasi strategis daerah.
Proyek lintas sektor butuh dukungan keuangan serta pembiayaan bersama melalui skema matching fund dengan keberadaan JFC.
"Contohnya seperti proyek air bersih, transportasi publik, atau digitalisasi layanan yang bisa dibiayai bersama antara JCF dan BUMD," jelas Syafi.
Ia juga menilai, kolaborasi tersebut dapat mengurangi beban fiskal pemerintah daerah. Tanpa menghambat laju pembangunan.
Namun, menurutnya, perlu ada satu sistem data proyek terpadu. Menghindari tumpang tindih pembiayaan.
"Setiap usulan pembiayaan lewat JCF harus dicek terlebih dahulu," kata Anggota Komisi C itu.
Ia pun meminta kepada Pemprov DKI untuk memastikan bentuk kelembagaan JCF sejak awal, baik berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), unit di bawah gubernur, maupun lembaga tersendiri.
Dengan begitu, jalur akuntabilitas JFC dapat jelas dan pengawasan oleh Pemprov pun jadi lebih mudah.
"Kalau struktur dan mekanismenya jelas, kolaborasi ini justru akan memperkuat sinergi antara Pemprov, BUMD, dan sektor swasta," tandasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




