Jakarta

Pemprov DKI Targetkan Normalisasi Kali Krukut Mulai Januari 2026, Prioritas Awal Segmen Tarakanita hingga Tendean

Yasmina Nuha | 7 November 2025, 17:27 WIB
Pemprov DKI Targetkan Normalisasi Kali Krukut Mulai Januari 2026, Prioritas Awal Segmen Tarakanita hingga Tendean

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan normalisasi Kali Krukut, Jakarta Selatan, pada awal tahun depan.

Pengerjaan normalisasi Kali Krukut akan dimulai dari segmen Tarakanita hingga Jembatan Tendean.

Proses normalisasi Kali Krukut tersebut nantinya akan dimulai pada Januari 2026, dengan total panjang 1,3 kilometer.

Baca Juga: 10 Wisata Gratis di Jakarta yang Bikin Kamu Serasa Liburan Mewah Tanpa Keluar Uang

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan bahwa dari panjang 1,3 Km tersebut, sekitar 360 meter akan menjadi prioritas utama untuk tahap awal pengerjaan.

Hal ini disampaikannya usai meninjau langsung kondisi Kali Krukut bersama Gubernur Pramono Anung, di kawasan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/11/2025).

"Kedatangan Bapak Gubernur hari ini sekaligus menjadi penanda dimulainya pengukuran dan pendataan bangunan yang akan terdampak," kata Ika.

"Dari total 1,3 kilometer itu, sekitar 360 meter akan kami prioritaskan, mulai dari segmen Tarakanita hingga pertigaan sekitar lokasi ini," lanjutnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Dinas SDA DKI Jakarta, untuk menjalankan proyek normalisasi ini, lahan yang perlu dibebaskan mencapai 1,52 hektare, meliputi 65 bidang tanah.

Untuk wilayah Kelurahan Petogogan, pendataan bidang terdampak telah dilakukan, sedangkan di sisi Kelurahan Pela Mampang, proses pendataan kebutuhan lahan normalisasi masih berlangsung.

"Kami akan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk warga yang terdampak, agar prosesnya berjalan lancar dan transparan,” tukas Ika.

Baca Juga: Insiden Ledakan Guncang SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta Utara, 54 Orang Dilaporkan Terluka

Sementara Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa banyak bangunan yang berdiri di atas badan sungai, sehingga menghambat aliran air ketika curah hujan tinggi.

Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan normalisasi Kali Krukut sepanjang 1,3 kilometer.

"Sepanjang 1,3 kilometer akan kita normalisasi. Kalau tidak dilakukan, apapun upaya, seperti pengerukan dan penggalian, tidak akan cukup," kata Pramono.

"Dampaknya, bila di sini banjir, kawasan Kemang Village, Kem Chicks, dan sekitarnya pasti ikut terdampak. Karena airnya tidak bisa turun dan mengalir,” jelasnya.

Ia menyebut, penanganan Kali Krukut akan dilakukan bersamaan dengan Kali Mampang yang bermuara di belakang Museum Satria Mandala.

Kedua aliran sungai ini menjadi fokus utama dalam upaya pengendalian banjir di Jakarta Selatan.

Baca Juga: Dari Yunani ke UEA: Deretan Hukum Internasional Paling Aneh tapi Nyata

Lebih lanjut, Gubernur Pramono memastikan bahwa proses normalisasi akan dimulai pada 2026. Pada tahap awal, akan dilakukan penetapan lokasi (penlok) dan pembebasan lahan yang terdampak.

“Sungai-sungai di Jakarta memang berada di bawah koordinasi Kementerian PUPR. Tapi, pelaksanaan di lapangan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," tutur Pramono.

"Kami tidak bisa menunggu terlalu lama. Jadi, kami akan keluarkan penlok, lakukan pembebasan lahan, dan setelah itu normalisasi akan berjalan," tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.