Jakarta

Legislator Golkar Apresiasi Program Prabu Jakarta: Bentengi Pelajar dari Konten Negatif Digital

Yasmina Nuha | 2 Desember 2025, 22:01 WIB
Legislator Golkar Apresiasi Program Prabu Jakarta: Bentengi Pelajar dari Konten Negatif Digital

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, mengapresiasi atas diresmikannya program Pelajar Duta Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Prabu) Jakarta 2025.

Program yang melibatkan ribuan pelajar sebagai duta ketertiban ini dianggap sebagai langkah preventif yang sangat positif dalam membentengi siswa dari paparan konten negatif di dunia digital.

Farah menekankan bahwa keberadaan Prabu Jakarta akan menanamkan edukasi preventif langsung kepada para pelajar.

Baca Juga: Legislator Golkar Ramly HI Muhamad Soroti Pembangunan Jalan Aspal di Jakarta Utara Tanpa Drainase yang Memadai

Hal ini diharapkan agar siswa mampu mengidentifikasi tanda-tanda konten negatif sejak dini, sehingga mereka bisa mencegah atau segera mengatasi dampak buruk jika sudah terpapar.

"Itu bagus sekali. Artinya sudah ada edukasi preventif yang ditanamkan ke siswa agar mereka bisa mengidentifikasi tanda-tanda konten negatif. Harapannya, mereka bisa mencegah atau mengatasi bila sudah terpapar," ujar Farah kepada wartawan, Selasa (2/12/2025).

Meski demikian, Farah juga turut menyoroti kebutuhan akan mekanisme pengawasan konten digital yang lebih kuat di tingkat nasional.

Baca Juga: Kebijakan Mutasi Pegawai Pemprov DKI Dikritik, Legislator Golkar Alia Laksono: ASN Harus Siap Ditugaskan di Manapun

Menurutnya, tantangan aktivitas digital saat ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov), namun juga harus melibatkan Pemerintah Pusat, khususnya melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Namun yang tak bisa kita pungkiri adalah aktivitas digital kita yang perlu pengawasan lebih baik. Dan ini bukan hanya tanggung jawab Pemprov, tapi juga pemerintah pusat melalui Kominfo. Harus ada mekanisme pengawasan konten yang lebih kuat," tegas legislator muda tersebut.

Anggota Komisi E itu mencontohkan upaya yang dilakukan negara lain dalam penyaringan konten yang begitu ketat.

"Contohnya saja, Cina bisa melakukan screening ketat terhadap konten yang tidak sesuai dengan arah pendidikan mereka," imbuhnya.

Diketahui, Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengukuhkan Pelajar Duta Tramtibum (Prabu) Jakarta 2025 di JIEXPO Convention Center, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2025).

Pramono mengatakan, kehadiran Prabu Jakarta di lingkungan sekolah akan memberikan dampak positif bagi upaya menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.

“Mereka akan menjadi role model dan sekaligus menjadi kepanjangan tangan Satpol PP untuk menjaga keamanan, kenyamanan, ketertiban yang kemudian kita sebut dengan Jaga Jakarta,” ujarnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y