Jakarta

Antisipasi Banjir Ekstrem, Pemprov DKI Geser Anggaran BTT untuk Modifikasi Cuaca Selama Sebulan Penuh

Yasmina Nuha | 19 Januari 2026, 20:49 WIB
Antisipasi Banjir Ekstrem, Pemprov DKI Geser Anggaran BTT untuk Modifikasi Cuaca Selama Sebulan Penuh

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk membiayai operasi modifikasi cuaca (OMC) selama satu bulan penuh.

Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi banjir akibat curah hujan ekstrem beberapa waktu ke depan.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa keputusan pergeseran anggaran tersebut diambil demi memastikan Jakarta tidak kembali mengalami hujan ekstrem seperti yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Baca Juga: Fraksi Golkar: RPIP Harus Jadi Instrumen Strategis Jakarta Menuju Kota Global

"Untuk anggaran OMC, kami sudah menganggarkan untuk satu bulan ini. Bahkan dilakukan pergeseran BTT. Karena persoalan hujan dan penanganan banjir selama satu bulan ini sampai setelah Imlek, bagi saya, setiap hari saya kontrol sendiri," kata Pramono di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

Terkait mekanisme pergeseran BTT, Pramono menegaskan langkah tersebut telah sesuai aturan karena sudah masuk dalam APBD.

"Sudah bisa, karena sudah masuk APBD. Ini untuk kontingensi, supaya Jakarta jangan sampai curah hujannya seperti hari Sabtu Minggu kemarin," tegasnya.

Baca Juga: Fraksi Golkar: Narkotika di Jakarta Ancaman Serius, Ranperda P4GN Harus Jadi Benteng Generasi Muda

Pramono menambahkan, besaran anggaran OMC kali ini jauh lebih fleksibel dibandingkan sebelumnya.

Jika sebelumnya anggaran hanya cukup untuk beberapa kali operasi, kini Pemprov DKI menyiapkan anggaran untuk OMC hingga satu bulan penuh sesuai kebutuhan.

"Cukup pokoknya. Tidak seperti dulu, dulu hanya 3–4–5 kali. Sekarang mau sebulan pun akan diambil," tukasnya.

Ia menyebutkan, operasi modifikasi cuaca telah dilakukan sejak 15 hingga 22 Januari 2026, termasuk tiga kali penerbangan dalam satu hari pada Minggu kemarin.

Langkah tersebut dilakukan setelah kondisi langit Jakarta tampak sangat pekat sejak siang hari.

"Kemarin itu dari jam dua, jam tiga sudah pekat sekali. Tapi alhamdulillah, modifikasi cuaca dilakukan dan akhirnya kemarin menjadi terang-benderang, tidak ada hujan," ucap Pramono.

Ia menjelaskan, intensitas hujan yang melanda Jakarta, khususnya Jakarta Utara, tergolong ekstrem dan belum pernah terjadi selama masa kepemimpinannya.

Dari delapan titik pengukuran curah hujan di Jakarta Utara, rata-rata mencapai 260 milimeter, bahkan ada yang menembus 280 milimeter.

"Itu tertinggi yang pernah saya ketahui selama saya menjabat sebagai Gubernur Jakarta," ujarnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y