Jakarta

Kasus DBD Meningkat di Jakut dan Jakbar, Legislator Golkar Farah Savira Soroti Penanganan yang Masih Reaktif

Yasmina Nuha | 21 Januari 2026, 16:18 WIB
Kasus DBD Meningkat di Jakut dan Jakbar, Legislator Golkar Farah Savira Soroti Penanganan yang Masih Reaktif

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menyoroti meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Ia menilai pola penanganan DBD selama ini masih cenderung reaktif dan belum sepenuhnya mengedepankan langkah pencegahan.

Menurut Farah, lonjakan kasus DBD tidak lepas dari curah hujan yang tinggi, faktor kebersihan lingkungan, serta kepadatan penduduk di sejumlah wilayah Jakarta.

Baca Juga: Legislator Golkar Ramly HI Apresiasi Dinkes DKI, Nilai Pola Kerja Layak Dicontoh Dinas Lain

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut seharusnya sudah bisa diantisipasi lebih dini oleh pemerintah.

"Faktor cuaca dan lingkungan memang berpengaruh, tetapi pemerintah juga harus hadir dengan langkah-langkah antisipatif. Jangan menunggu sampai ada kasus baru bergerak," ujar Farah kepada Akurat Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Farah juga menyinggung peran kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang selama ini menjadi ujung tombak pencegahan DBD di tingkat lingkungan.

Baca Juga: Fraksi Golkar: RPIP Harus Jadi Instrumen Strategis Jakarta Menuju Kota Global

Ia mengakui keberadaan Jumantik sangat penting, namun kondisi sumber daya manusia di lapangan perlu mendapat perhatian.

"Kita harus jujur, sebagian kader Jumantik kita saat ini sudah cukup senior. Di lapangan tentu ada kendala dari sisi mobilitas dan kecepatan penyampaian informasi ke masyarakat," katanya.

Anggota Komisi E itu menambahkan, selama ini masih banyak warga yang menunggu jadwal kedatangan kader Jumantik, padahal upaya pencegahan bisa dilakukan secara mandiri jika edukasi dan informasi disampaikan lebih cepat dan masif.

"Sering kali masyarakat menunggu jadwal kader datang, padahal penanganan bisa dilakukan lebih cepat secara mandiri jika informasinya tersampaikan dengan baik," katanya.

Diketahui, angka Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Jakarta Barat tergolong tinggi belakangan ini.

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, yaitu dari Oktober 2025 sampai pertengahan Januari 2026 tercatat ada 503 kasus DBD.

"Pada Oktober tercatat 160 kasus, November 161 kasus, dan Desember meningkat menjadi 163 kasus," ujar Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna kepada wartawan, Senin (19/1/2026). (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y