Kemenkes Keluarkan SE Kewaspadaan Virus Nipah, Dinkes DKI Imbau Warga Tingkatkan Higienitas Pangan

AKURAT JAKARTA - Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait kewaspadaan Virus Nipah, meski sampai saat ini belum ditemukan kasus konfirmasi pada manusia di Indonesia.
Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu panik.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan pentingnya langkah pencegahan berbasis kebersihan pangan dan perilaku hidup bersih.
"Virus Nipah adalah penyakit zoonotik berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia dan antar manusia, dengan tingkat kematian yang tinggi. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci," ujar Ani saat dihubungi wartawan, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa penularan virus dapat terjadi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi—terutama kelelawar pemakan buah, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, hingga kontak erat dengan penderita.
"Masyarakat perlu lebih berhati-hati, terutama terkait pangan dan potensi interaksi dengan hewan yang sakit," tambahnya.
Ani menuturkan bahwa gejala awal infeksi Virus Nipah meliputi demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Pada fase lebih berat, pasien dapat mengalami gangguan pernapasan hingga radang otak (ensefalitis).
"Bila ada gejala seperti itu setelah merasa memiliki riwayat kontak berisiko, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan," tegasnya.
Baca Juga: Pemprov DKI Klaim Curah Hujan Berhasil Ditekan 23,85 Persen Berkat Operasi Modifikasi Cuaca Atau OMC
Lebih lanjut, Ani juga mengimbau warga Jakarta untuk memperkuat langkah pencegahan sehari-hari.
"Masyarakat kami imbau menjaga kebersihan pangan, mencuci buah sebelum dikonsumsi, menghindari kontak dengan hewan sakit, serta tidak mengonsumsi buah yang terbuka atau rusak yang diduga terpapar gigitan kelelawar," ujar Ani.
Dinkes DKI Jakarta memastikan terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
"Kewaspadaan harus ditingkatkan, namun masyarakat tidak perlu cemas berlebihan. Yang penting adalah menerapkan langkah pencegahan dengan disiplin," pungkas Ani.
Diketahui, Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap virus nipah meski hingga saat ini belum ada kasus pada manusia di Indonesia.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kemenkes Murti Utami menjelaskan penyakit virus nipah merupakan penyakit zoonotik yang memiliki inang pada kelelawar buah.
Virus ini dapat menular melalui perantara hewan lain (seperti babi) melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus (misalnya buah atau nira). (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Torino vs Udinese di Serie A, 13 Oktober 2026: Mampukah Granata Bangkit di Kandang?
- 2Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Premier League, 13 Oktober 2026: Mampukah The Sky Blues Menghentikan Dominasi The Magpies?
- 3Prediksi Skor RB Leipzig vs PSV Eindhoven di UCL, 14 Oktober 2026: Mampukah Die Roten Bullen Melanjutkan Pesta Gol?
- 4Prediksi Skor Levante vs Sevilla di La Liga, 13 Oktober 2026: Duel Dua Tim Terluka di Ciudad de Valencia
- 5Prediksi Skor Atalanta vs Venezia di Serie A, 12 Oktober 2026: Mampukah La Dea Mengakhiri Tren Negatif?
- 6Prediksi Skor RC Lens vs Sporting CP di UCL, 13 Oktober 2026: Rekor Kandang Les Sang et Or Diuji The Lions
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha di UCL, 13 Oktober 2026: Mampukah Rekor Kandang Tuan Rumah Menjadi Pembeda?
- 8Prediksi Skor Villarreal vs Napoli di UCL, 14 Oktober 2026: Mampukah El Submarino Amarillo Menghentikan Kebangkitan Partenopei?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


