Jakarta

Data BPS: Pengangguran di Jakarta Naik 6,31 Persen, Jadi 349 Ribu Orang per November 2025

M Rahman Akurat | 6 Februari 2026, 16:36 WIB
Data BPS: Pengangguran di Jakarta Naik 6,31 Persen, Jadi 349 Ribu Orang per November 2025

AKURAT JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat 349 ribu warga Jakarta berstatus pengangguran pada November 2025.

Dibanding Agustus 2025, terjadi penambahan penduduk bekerja sebanyak 67 ribu orang, namun jumlah pengangguran justru naik 18,63 ribu orang.

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan pasar kerja Ibu Kota masih belum sepenuhnya pulih dalam hal penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga: Fenomena Langka Gerhana Matahari Cincin Bakal Sambangi Indonesia pada 17 Februari 2026

"Peningkatan angkatan kerja ini belum diimbangi penciptaan lapangan kerja untuk yang bersifat pekerja penuh," ujar Kadarmanto dalam keterangannya, dikutip Jumat (6/2/2026).

Kenaikan jumlah pengangguran ini membuat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jakarta naik menjadi 6,31 persen, atau meningkat 0,26 persen poin dari periode sebelumnya.

Menurut Kadarmanto, dinamika ini patut dicermati karena penyerapan tenaga kerja belum mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja.

"Jumlah angkatan kerja di Jakarta meningkat menjadi 5,53 juta orang, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja sebesar 65,47 persen, naik 0,72 persen poin dibandingkan Agustus 2025," katanya.

Baca Juga: Catat! Pemerintah Terapkan WFA Pada Tanggal 16-17 dan 25 hingga 27 Maret 2026, Jelang Hari Raya Nyepi dan Libur Lebaran Idul Fitri

Meski terjadi kenaikan TPAK, yang menandakan semakin banyak penduduk usia kerja aktif secara ekonomi, pasar kerja belum mampu menampung mereka secara optimal.

Sementara itu, beberapa indikator lain seperti pekerja tidak penuh juga menunjukkan kenaikan, menjadi sinyal bahwa kualitas pekerjaan masih perlu ditingkatkan.

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi penopang terbesar pertumbuhan tenaga kerja, dengan peningkatan 38 ribu pekerja.

Namun pertumbuhan tersebut belum cukup menahan kenaikan pengangguran secara keseluruhan.

Kadarmanto menegaskan perlunya kebijakan yang mendorong perluasan dan pemerataan penciptaan lapangan kerja.

Baca Juga: Kurniawan Dwi Yulianto Diproyeksi Tukangi Timnas U-17, Ahmed Zaki Optimistis Selevel Nova Arianto

"Yang penting sekarang adalah memastikan pertumbuhan sektor produktif berlangsung konsisten agar mampu menyerap angkatan kerja yang terus bertambah," ujarnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.