Jelang Imlek dan Ramadan 2026, Pemprov DKI Siapkan Gelombang Diskon Besar dan Insentif Pajak

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan rangkaian program penggerak ekonomi menjelang perayaan Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri 2026.
Kebijakan ini menjadi lanjutan strategi yang sebelumnya sukses mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan IV 2025 hingga mencapai 5,71 persen.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa capaian pertumbuhan tersebut dipicu oleh kebijakan insentif pajak dan pelonggaran aktivitas usaha selama Natal dan Tahun Baru.
"Transaksi di Jakarta sampai dengan 15,25 triliun. Sehingga angka ini secara signifikan kemudian mempengaruhi pertumbuhan di triwulan keempat sampai dengan 5,71 persen," ujar Pramono kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).
Melihat keberhasilan itu, Pemprov DKI akan kembali menggelar beragam kegiatan ekonomi untuk menyambut Imlek dan Ramadan.
Pramono menegaskan bahwa pemerintah ingin menciptakan suasana belanja yang lebih hidup dengan memberikan ruang lebih luas kepada pusat perbelanjaan, perhotelan, hingga pelaku UMKM.
Baca Juga: Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Levante di La Liga, 8 Februari 2026: Misi Tiga Poin di San Mames
"Kami memberikan insentif pajak dan lomba diskon dan sebagainya. Karena dengan demikian, itulah yang membuat saya meyakini ekonomi Jakarta bisa terus tumbuh," katanya.
Menurut Pramono, pendekatan creative financing menjadi kunci agar ekonomi Jakarta tak hanya mengikuti ritme nasional, tetapi mampu mengungguli.
Politikus PDIP itu menilai bahwa pengelolaan ekonomi yang adaptif dan inovatif akan terus menjadi prioritas.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan rangkaian perayaan Imlek tahun 2026 ini dengan skala yang lebih luas dan meriah.
Pramono menyebut sejumlah titik kota sudah mulai menampilkan nuansa Imlek, termasuk pemasangan lampion oleh puluhan gedung di kawasan pusat bisnis.
Ia mengatakan terdapat 98 gedung yang mengikuti lomba lampion, yang membuat kawasan seperti SCBD hingga Sudirman–Thamrin mulai berubah wajah.
"Kenapa ini kami lakukan? Kita ingin memberikan ruang bahwa Jakarta itu aman, nyaman, colorful, dan meriah bagi siapa saja untuk menyambut hari-hari besar keagamaan," ujar Pramono di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026). (*).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





