Pengamat: Uji Emisi Lebih Cocok Atasi Polusi Udara Dibanding WFH

AKURAT.CO - Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansyah menilai bahwa mengoptimalkan uji emisi lebih cocok untuk mengatasi polusi udara dalam jangka pendek, dibandingkan dengan pemberlakuan work from home (WFH).
"Mengenai polusi ini konteks jangka pendek bukan WFH tapi malah mengoptimalkan terkait uji emisi karena Pergub 66 tahun 2020 sudah ada di situ. Itu sudah mengatur semua tinggal diterapkan," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (15/08).
"Selama ini kan tidak dilaksanakan secara sungguh-sunggu akibatnya persoalan polusi muncul seolah-olah ada kebakaran jengkot," sambungnya.
Baca Juga: Dendam Picu Penyiraman Air Keras ke Pelajar, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara
Sambungnya, seharusnya permasalahan uji emisi ini tidak menjadi masalah.
"Kalau lihat Pergub 66 itu sudah dirumuskan harusnya sampai hari ini permasalahan uji emisi tidak menjadi problem," tuturnya.
Dikatakan Trubus, yang jadi permasalahan Pergub No. 66 Tahun 2020 belum dijalankan secara maksimal, diantaranya karena keterbatasan anggaran dan keberatan dari beberapa pihak.
Baca Juga: Pengamat Sebut Kebijakan WFH di Jakarta Tidak Akan Pengaruhi Polusi Udara
"Ini butuh anggaran, kemudian unsur SDM-nya, dan kesiapan masyarakat. Kan masyarakatnya juga harus siap, masyarakat kita banyak yang ngelawan uji emisi, karena nyusahin ini itu katanya," kata Trubus.
"Belum lagi nanti berlawanan dengan stakeholder yang disebut perusahaan di bidang mobil dan motor bekas, mereka begitu di uji emisi akan keberatan," lanjutnya.
Kendati demikian, Trubus menilai bahwa uji emisi dan pembatasan usia kendaraan akan lebih tepat untuk mengatasi polusi udara. Terutama jika mengingat penybebab polusi tertinggi adalah transportasi.
Baca Juga: Penjual Data Nasabah Bank Breachforums Ditangkap, Berikut Modus Tersangka MRGP
"Jadi dalam hal ini memang untuk mengatasi polusi, jangka pendek ini kalau memang sumber utamanya dari transportasi itu uji emisi dan kalau bisa keluarkan kebijakan pembatasan usia kendaraan," imbuh Trubus.
"Tapi itu juga butuh keberanian karena musuhnya pelaku usaha mobil bekas sama motor bekas, mereka marah semua," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Real Sociedad vs Levante di La Liga, 26 Oktober 2026: Mampukah La Real Lanjutkan Tren Kemenangan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







