Jakarta

Soal El Nino dan Kekeringan, Dirut Food Station: Itu Terlalu Dilebih-lebihkan

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 14 Agustus 2023, 21:35 WIB
Soal El Nino dan Kekeringan, Dirut Food Station: Itu Terlalu Dilebih-lebihkan

AKURAT.CO - Direktur Utama Food Station, Pamrihadi Wiraryo, menilai isu kekeringan dan el nino terlalu dilebih-lebihkan. Sehingga hal ini menyebabkan ketakutan di masyarakat.

"Terkait kekeringan itu kan sebenarnya buat kami merupakan isu yang terlalu berlebihan atau dilebih-lebihkan. Sehingga dengan isu yang terlalu dilebih-lebihkan tersebut, akan menyebabkan terjadinya artificial scarcity atau ketakutan buatan," katanya di Balai Kota, Senin (14/08).

Karena adanya ketakutan tersebut, sambungnya, menyebabkan panic buying di masyarakat.

Baca Juga: Penyebab Kebakaran Halte Tendean, TransJakarta Tunggu Hasil Investigasi

"Sehingga menyebabkan kejadian panic buying. Orang-orang yang tadinya berbelanja atau punya stok di rumah 2 atau 3 kilogram karena isu tersebut akhirnya mengendap stok lebih dari 10 atau 20 kilogram," ujar Pamrihadi.

Ia menilai, jika isu ini tidak diredam, maka bukan tidak mungkin kejadian pada tahun 1998 kembali terulang, yakni krisis ekonomi dan Indonesia mengalami kollaps.

"Bilamana isu tersebut tidak mampu diredam oleh pemerintah dalam gal ini ya tidak menutup kemungkinan seperti kita ketahui tahun 1998 isu tarif serentak," tuturnya.

"Menyebabkan apa? menyebabkan kollaps. Kita tidak ingin Indonesia dilanda isu seperti itu. Isu yang terlalu berlebih-lebihan. Dan bagaimana mengcounter itu kita harus menambahkan dengan data," sambung Pam.

Dalam antisipasi el nino dan kekeringan, kata Pam, Food Station melakukan perluasan lahan kontrak farming dan on farming untuk menjamin ketersediaan pangan tetap aman.

Baca Juga: Banyak yang Belum Tahu, Ini 10 Manfaat Kentang untuk Kesehatan

"Tahun ini kami mencanangkan menambah perluasan lahan kontrak farming yang tadinya 8.190 hektar realisasi di tahun 2022, menjadi 10.000 hektar targetnya. Namun demikian sampai dengan per Agustus ini sudah kita realisasikan 10300 hektar," ungkap Pam.

"Sementara untuk budidaya atau on farming sendiri yang dicanangkan adalah 1.000 hektar. Saat ini sampai dengan per Agustus sudah 770 hektar. Artinya sudah tercapai 77 persen, tinggal realisasinya kurang 23 persen," tandasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.