Jakarta

Pendaftaran FLEX Global Ditutup 27 Oktober, Esai Jadi Tantangan yang Tak Bisa Disepelekan

Anggerhana Denni Rahmawati | 26 Oktober 2026, 07:30 WIB
Pendaftaran FLEX Global Ditutup 27 Oktober, Esai Jadi Tantangan yang Tak Bisa Disepelekan
Bukan cuma nilai rapor, FLEX Global mencari siswa yang punya tujuan jelas. - usembassy.gov

AKURAT JAKARTA - Kesempatan bersekolah selama satu tahun di Amerika Serikat melalui program FLEX Global 2026 segera memasuki batas pendaftaran.

Calon peserta hanya memiliki waktu hingga 27 Oktober 2026 untuk melengkapi berkas.

Namun, persiapan yang dibutuhkan bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, melainkan juga memahami potensi diri dan menuangkannya ke dalam esai.

Program pertukaran pelajar yang didukung pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri AS ini ditujukan bagi siswa SMA berusia 15–17 tahun yang memenuhi kriteria.

Peserta terpilih akan mengikuti pembelajaran di sekolah menengah setempat dan tinggal bersama keluarga angkat selama satu tahun ajaran.

Seluruh biaya utama program ditanggung pemerintah Amerika Serikat, mulai dari tiket perjalanan pulang-pergi, uang saku bulanan, tempat tinggal bersama keluarga angkat, hingga asuransi kesehatan dengan ketentuan tertentu.

Kesempatan ini membuat persiapan pendaftaran menjadi penting, terutama bagi siswa yang ingin merasakan pengalaman belajar di luar negeri tanpa harus menanggung biaya program secara mandiri.

Bukan Hanya Nilai Akademik yang Bisa Ditonjolkan

Pengalaman Fidelma Zahria Saputri, alumnus program pertukaran pelajar KL-YES periode 2021, menunjukkan bahwa calon peserta tidak harus memiliki deretan prestasi olimpiade untuk menceritakan potensinya.

Fidelma justru menonjolkan pengalaman berorganisasi dan kepemimpinan ketika mengikuti seleksi.

Baca Juga: Nasib Guru PPPK yang Gagal CPNS 2027: Tetap Mengajar, tetapi Kontrak Bergantung Kinerja

Ia pernah menjadi wakil ketua OSIS saat SMP dan koordinator OSIS ketika SMA.

Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menunjukkan kemampuan yang dimilikinya.

"Sebenarnya saya juga tidak terlalu berprestasi di bidang akademik, misalnya olimpiade, sama sekali tidak. Jadi kalau ada yang mengira saya pasti sangat pintar, tidak juga. Saya lebih menonjol di berorganisasi dan memimpin," jelasnya.

Pengalaman itu menjadi pengingat bahwa calon peserta perlu mengenali kekuatan masing-masing.

Prestasi akademik tetap menjadi salah satu persyaratan, tetapi pengalaman organisasi, aktivitas nonakademik, dan kemampuan memimpin juga dapat menjadi bagian dari cerita yang mereka sampaikan dalam pendaftaran.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.