Duh! SDA Sebut Selatan Jakarta Alami Penurunan Tanah

AKURAT.CO - Dinas Sumber Daya Air (SDA) menyebut bahwa tren penurunan tanah sudah terjadi di selatan Jakarta, mencakup wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.
Kepala Seksi Perencanaan Dinas SDA DKI Jakarta, Elisabeth Tarigan mengatakan hal ini berkaitan dengan penggunaan air tanah.
Sambungnya, berkaitan dengan penurunan tanah ini, sering tidak disadari oleh warga selatan Jakarta, karena isu ini selalu difokuskan di utara Jakarta.
Baca Juga: NOVEL BAG.88 : Alhamdulillah, Anakku Mirip Ibunya
"Salah satu tugas kami adalah mengontrol memonitor terkait penggunaan air tanah dan mengenai land subsidence yang terjadi di Jakarta dan ini sudah kelihatan bahwa trennya sudah ada. Potret penurunan muka tanah sudah ada. Hal itu terjadi," kat Elisabeth di Balai Kota, Rabu (30/08).
"Yang sering tidak disadari oleh warga, di selatan Jakarta karena selalu isunya di Utara Jakarta. Selatan Jakarta itu jangan salah, mengalami penurunan muka air tanah juga," sambungnyam
Lanjutnya, penurunan tanah ini juga berkaitan dengan penurunan ketersediaan air tanah di Jakarta. Namun hal itu kerap tidak disadari oleh masyarakat.
Baca Juga: Sidang Vonis Mario Dandy Digelar Minggu Depan, Kamis 7 September
"Dulu saya waktu kecil, kayaknya 10 meter nyampe tuh bikin pompa, sekarang 20 meter kayaknya. Berarti hilang dong (air tanah)? Itu udah kemana tuh air 10 meter dan itu terjadi," ungkap Elisabeth.
"Waktu kecil masih ada sumur timba, sekarang enggak bisa, harus sumur pompa. Berarti kan ada penurunan yang tidak disadari. Hal itu yang secara kasat mata tidak disadari," lanjutnya.
Lebih lanjut Elisabeth memaparkan bahwa penurunan tanah ini bisa berdampak pada bangunan. Maka perlu adanya sosialisasi terkait hal ini.
Baca Juga: Ketika Artis Agnes Mo Rekam KTP Elektronik di Kelurahan Kedoya Utara
"Ini memang yang harus disosialisasikan kembali ke masyarakat bahwa yang akan terjadi semakin berkurang dan berdampak pada bangunan," papar Elisabeth.
Ia pun berharap masyarakat di selatan Jakarta bisa menyadari hal itu, di antaranya dengan mengurangi penggunaan air tanah.
"Jadi bukan hanya di Utara Jakarta yang memang kelihatan jelas tapi di daerah selatan Jakarta juga. Itu sudah mulai terjadi dan itu akibat pengambilan air tanah," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








