Jakarta

Kemacetan Terjadi Selama KTT ASEAN, Heru Mohon Maaf

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 7 September 2023, 13:08 WIB
Kemacetan Terjadi Selama KTT ASEAN, Heru Mohon Maaf

AKURAT.CO - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono memohon maaf atas kemacetan yang terjadi selama keberlangsungan KTT ASEAN ke-43 di Jakarta.

Seperti diketahui, sejumlah jalan terutama Kuningan, Thamrin, Sudirman, dan Gatut Subroto mengalami rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan selam pertemuan pemimpin negera ASEAN.

"Kan KTT dua hari ya, 5 sampai 6 September. Pertama, ya mohon maaf kalau kemarin selama KTT beberapa warga atau banyak pengendara lalu lintas yang tidak nyaman," ujar Heru di Balai Kota, Kamis (07/09).

Baca Juga: Bertemu Fauzi Bowo, Ini yang Dibahas Heru Budi

Kendati demikian, Heru mengaku bahwa dirinya sudah menyampaikan himbauan terkait rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan tersebut.

Karenanya, kata Heru, seharusnya untuk menghindari kemacetan bisa diterapkan work from home (WFH).

"Namun, saya kan sudah bikin surat edaran, saya sudah menghimbau. Ya seyogyanya kemarin tuh bisa sebagian WFH," ungkapnya.

Baca Juga: Optimistis, Sebenarnya Gen Z Miliki Minat Baca

Lebih lanjut, Heru memaparkan bahwa KTT ASEAN adalah hajat besar negara yang tidak setiap tahun dilaksanakan di Indonesia.

Maka dari itu, lanjut Heru, masyarakat harus ikut serta mendukung kelancaran acara tersebut.

"Tapi sekali lagi, itu lah hajatan kita yang mungkin 10 tahun lagi akan kembali lagi ke kita. Ya, harus kita dukung dan saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat," tutupnya.

Baca Juga: Gen Z, Nih Cara Biar Engga Oversharing di Media Sosial

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang memantau volume lalu lintas dari 49 titik Sensor Traffic Counting Dishub, tercatat volume lalu lintas pada 5 September 2023 sebesar 6.699.684 kendaraan/hari.

Angka tersebut turun sebesar 2,85 persen atau sebesar 196.296 kendaraan jika dibandingkan 8 Agustus 2023 dengan volume lalu lintas sebesar 6.895.980 kendaraan per hari.

Selain itu, volume lalu lintas pada peak pagi (pukul 06.00-10.00) pada 5 September 2023 sebesar 1.794.322 kendaraan atau turun sebesar 3,59 persen (turun 66.794 kendaraan), dibandingkan volume lalu lintas pada 8 Agustus 2023 sebesar 1.775.254 kendaraan.

Sementara itu, kondisi lalu lintas keluar masuk Jakarta juga dipantau dari 15 (kordon luar) titik Sensor Traffic Counting Dishub.

Volume rata-rata lalu lintas pada peak pagi (pukul 06.00-10.00) pada 5 September 2023 adalah sebesar 536.412 kendaraan, atau naik 0,03% (meningkat 174 kendaraan) dibandingkan tanggal 8 Agustus 2023 yang memiliki rata-rata volume lalu lintas sebesar 536.238 kendaraan, dengan komposisi roda 2 sebanyak 415.950 kendaraan (77,54%), roda 4 sejumlah 109.845 kendaraan (20,48%) dan kendaraan berat sebanyak 10.617 kendaraan (1,98%).

Sedangkan volume rata-rata lalu lintas pada peak sore (pukul 16.00-20.00) pada 5 September 2023 adalah sebesar 526.120 kendaraan, atau turun sebesar 7,72% (menurun 43.999 kendaraan) dibandingkan 8 Agustus 2023 yang memiliki rata-rata volume lalu lintas sebesar 570.119 kendaraan, dengan komposisi roda 2 sebanyak 410.635 kendaraan (78,58% ), roda 4 sejumlah 106.011 kendaraan (19,63% ) dan kendaraan berat sebanyak 9.474 kendaraan (1,80% ).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.