Jakarta

Ramai Tarif Transjakarta Sesuai Status Ekonomi, Begini Kata Dishub DKI

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 25 September 2023, 17:11 WIB
Ramai Tarif Transjakarta Sesuai Status Ekonomi, Begini Kata Dishub DKI

AKURAT JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memastikan bahwa penyesuaian tarif Transjakarta berdasarkan status ekonomi dan data kependudukan belum diberlakukan dalam waktu dekat.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo menuturkan bahwa fokus Account Based Ticketing (ABT) saat ini adalah untuk memudahkan mobilitas masyarakat.

"Untuk tahap awal yang penting sekarang manfaat dari penggunaan ABT ini adalah memudahkan masyarakat bermobilitas," ujarnya di Balai Kota, Senin (25/09).

Baca Juga: Masih Berlangsung, Begini Cara ke Islamic Book Fair 2023 Menggunakan KRL, Transjakarta, dan MRT

Syafrin mencontohkan, diantaranya dengan ABT masyarakat bisa tracking secara langsung dan memastikan saldo terpotong sesuai dengan perjalanan.

"Masyarakat yang biasanya saldonya hilang dan seterusnya, termasuk tidak terpotong dua kali. Sehingga dia bisa langsung memasukan tracking, dia langsung bisa cek saldonya," imbuhnya.

Lanjut Syafrin, dengan ABT masyarakat juga dapat melakukan pembayaran melalui QR Qode di aplikasi. Dan itu berlaku untuk berbagai moda tranportasi publik di Jakarta.

Baca Juga: DPRD DKI Setujui Penambahan Subsidi Sebesar Rp. 633 Miliar untuk TransJakarta

"Jadi masyarakat yang nantinya akan melakukan perjalanan bisa dengan QR Code, kemudian bisa tap di stasiun, halte," tuturnya Syafrin.

"QR-nya sudah ada di aplikasi dan sehingga bisa memudahkan masyarakat bermobilitas. Terintegrasi pembayaran Transjakarta, MRT dan LRT,"  lanjutnya.

Syafrin menuturkan, setidaknya ada dua perbedaan antara menggunakan kartu dengan ABT.

Baca Juga: Catat! Ini 8 Penyebab Seseorang Mengalami Anxiety

"Bedanya bisa memonitor di aplikasi. saldonya apakah beneran terpotong sesuai dengan perjalanan atau tidak. Itu yang pertama," ungkapnya.

"Yang kedua, tentu pengguna biasanya kalau pakai kartu, dan kartunya hilang itu saldonya ikut hilang. Nah dengan Account Based Ticketing maka kartunya hilang saldonya tersimpan di aplikasi," tambah Sayfrin.

Ia menerangkan, dengan ABT pengguna yang mau mengganti kartu atau kartunnya hilang, cukup input ulang di profil. Lanjutnya, jadi tidak akan ada lagi yang kehilangan kartu dan hilang saldonya.

Dikatakan Syafrin, setiap pengguna nantinya akan menginput data sesuai e-KTP di aplikasi.

"Iya akun yang bersangkutan. Tentu yang bersangkutan akan registrasi melakukan input data, kemudian itu akan otomatis akan tersimpan," ujarnya.

Syafrin menuturkan bahwa dengan adanya ABT ini, pihaknya dapat lebih paham terkait profil pengguna yang selama ini menggunakan transportasi publik di Jakarta.

Dengan demikian, kata Syafrin, kedepannya data tersebut bisa membantu subsidi atau Public Service Obligation (PSO) bisa tepat sasaran.

"Iya tentu itu manfaat jangka panjangnya. Setelah kita mengumpulkan data data profiling pengguna. Kita bisa mengetahui apakah yang menggunakan angkutan umum massal itu domisili Jakarta kah atau Bodetabek. Sekaligus penghitungan PSO yang lebih efisien. Sehingga nanti menjadi lebih tepat sasaran untuk PSO nya," tandas Syafrin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.