Jakarta

Fantastis! Segini Besaran Subsidi untuk Transjakarta dan MRT Setiap Tahunnya

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 29 September 2023, 22:29 WIB
Fantastis! Segini Besaran Subsidi untuk Transjakarta dan MRT Setiap Tahunnya

AKURAT JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengungkap besaran subsidi yang harus dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk transportasi publik, seperti MRT dan Transjakarta, setiap tahunnya.

Besaran subsidi yang dikeluarkan nilainya cukup fantastis, mencapai ratusan miliar bahkan triliunan.

"MRT itu juga masih di subsidi, setahun Rp. 800 Miliar. Mudah mudahan masyarakat terus pakai MRT, meskipun targetnya kurang lebih 1.3 juta orang, tapi sekarang yang pakai 800 ribu orang," papar Heru dalam kegiatan Hub Talks di JCC Senayan, Jumat (29/09).

Baca Juga: Kebakaran Landa SMAN 6 Jaksel, Satpam Tewas Saat Coba Padamkan Api. Polisi Selidiki Penyebabnya

"Begitu juga Transjakarta, total itu kurang lebih 3,5 Triliun untuk keseluruhan kalau masyarakat gunakan Transjakarta. Jadi Rp. 3.500,- itu subsidi, kalau nilai ekonomisnya bisa Rp. 31 ribu," lanjutnya.

Ia menambahkan, subsidi ini diberikan pemerintah untuk kenyamanan masyarakat, khususnya yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek).

"Itu adalah satu cara Pemda memberikan kenyamanan bagi warganya di Jabodebek, bukan hanya dari fasilitas tapi juga dari harganya pemerintah kasih subsidi," terang Heru.

Dikatakan Heru, Pemprov DKI bersama Pemerintah Pusat terus melakukan berbagai upaya untuk pengembangan transportasi publik di Jakarta, termasuk kehadiran LRT.

"Tentunya konsep itu berdasarkan konsep perencanaan dari Kemenhub dan bersinergi dengan Pemda DKI. Pemda DKI 51 %, jadi Kemenhub 49%," ujarnya.

Baca Juga: Jangan Dibiasakan! Ini Dampak Buruk Makan dan Minum Sambil Berdiri

"Dari hasil itu, maka ada LRT, dan sekarang terus berlangsung. Begitu juga Transjakarta. KAI dan Transjakarta juga mensubsidi supaya masyarakat semua ingin menggunakan transportasi itu," tambah Heru.

Lebih lanjut Heru menerangkan, setelag hadirnya moda transportasi yang baru, seperti LRT, warga yang datang ke Jakarta mengalami peningkatan.

"Terkait dengan kemarin adanya kereta api cepat dan LRT yang sudah digunakan, ternyata kenaikan dari warga Bekasi ke Jakarta menambah 3 sampai 3,5 persen, khususnya untuk karyawan DKI," imbuh Heru.

"Jadi kalau dihitung banyak karyawan dki yang tinggal di Depok dan Bekasi. Dan semuanya turun banyak di Dukuh Atas, Manggarai dan Tanah Abang," lanjutnya.

Dengan terus berkembangnya tranportasi dan pemberian subsidi, kata Heru, ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

Baca Juga: Perkembangan Kasus Pelecehan Miss Universe Indonesia, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Ia pun berharap, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas dan trasnportasi publik itu dengan sebaik mungkin.

"Artinya pemerintah daerah concern bersama pemerintah pusat memberikan kenyamanan dan kemudahan terhadap transportasi Jakarta," ujarnya.

"Mari kita sama-sama merawat dan menggunakan transportasi itu. Minimal  kita mengurangi kendaraan yang masuk ke Jakarta," tutup Heru. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.