Jakarta

Heboh Giant Sea Wall Rembes, Pemprov DKI Ungkap Fakta Sebenarnya

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 4 Oktober 2023, 13:52 WIB
Heboh Giant Sea Wall Rembes, Pemprov DKI Ungkap Fakta Sebenarnya

AKURAT JAKARTA - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta angkat bicara terkait unggahan video di Instagram @jerhemynemo yang menyebut bahwa Giant Sea Wall Jakarta mengalami kebocoran atau rembes.

Plt. Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum menyebut bahwa narasi Giant Sea Wall itu salah. Tanggul yang mengalami rembesan tersebut adalah Tanggul Nizam Zachman yang dibangun Pemprov DKI Jakarta. 

"Tanggul Nizam Zachman dibangun oleh Pemprov DKI tahun 2014/2015," ujar Ika saat dikonfirmasi, Rabu (4/10).

Baca Juga: Sejarah 95 Tahun Perjalanan Persija, Rumah Tokoh Penting Indonesia

Sebagai informasi, Tanggul Nizam Zachman di Muara Baru, Jakarta Utara merupakan bagian dari proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), tepatnya NCICD fase A.

Proyek NCICD sendiri terdiri dari Giant Seal Wall dan Tanggul Pengaman Pantai.

Ika menerangkan bahwa saat ini Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemen PUPR RI), dan pihak swasta tengah berproses membangun proyek tersebut.

Baca Juga: Siap Berburu Skincare Promo dan Nonton Konser Nadin Amizah, Idgitaf hingga Mocca? Yuk ke Oh Beauty Festival!

"Tanggul yang saat ini sedang dibangun bertahap untuk diselesaikan (Kemen PUPR & Pemprov DKI) adalah tanggul pengaman pantai dan Muara Kali (NCICD fase A)," terang Ika.

"Yang membedakan (pembangunan) hanya pembagian lokasi kewenangan," lanjutnya.

Lebih lanjut Ika menuturkan, dalam memperbaiki Tanggul Nizam Zachman yang rembes, Pemprov DKI bekerja sama dengan PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT. Perikanan Indonesia (Perindo).

Baca Juga: Lokasi dan Jadwal Samsat Keliling Jakarta, Rabu 4 Oktober 2023

"Pemprov DKI dalam hal ini Dinas SDA sedang menyusun rencana perbaikan Tanggul Nizam Zachman, dan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait yaitu PT. Pelindo dan Perindo," tutur Ika.

Ika pun menyebut bahwa kebocoran tidak berpengaruh bagi aktivitas warga dan masih aman.

"Saat ini kebocoran tidak berpengaruh dengan aktifitas warga, karena lokasi nya jauh dari pemukiman warga," tutupnya.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono menegaskan bahwa narasi dalam unggahan video di Instagram @jerhemynemo yang menyebut Giant Sea Wall rembes atau bocor adalah salah.

"Itu bukan Giant Sea Wall, lain ya. Giant Sea Wall kan di tengah laut," ujarnya.

Ia pun menyebut bahwa saat ini Dinas SDA DKI Jakarta sudah memeriksa dan memetakan untuk mengatasi permasalahan tanggul rembes tersebut.

"Dinas SDA sudah memeriksa. Sebenarnya itu kan rembesan tapi di belakang. Kalau ini laut, ini tembok, di belakang masih ada tembok lagi, dan itu sudah ditutup dengan tanah kan," ungkap Heru.

"Rembesan itu mungkin menjadi perhatian tapi kemarin mendapatkan informasi, itu tidak berbahaya," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.