Biografi Karl Marx, Penulis Manifesto Komunis yang Pertama Kali Diterbitkan Tepat Pada Hari Ini, 21 Februari

AKURAT.CO - Karl Marx merupakan tokoh komunis asal Jerman yang mengarang buku Manifesto Komunis.
Manifesto Komunis karangan Karl Marx sendiri pertama kali diterbitkan tepat pada hari ini, 21 Februari tahun 1848.
Tulisan Manifesto Komunis Karl Marx tersebut kemudian menginspirasi pergerakan kaum kiri di dunia.
Selain melalui Manifesto Komunis, Karl Marx juga menuangkan pemikirannya melalui berbagai buku, salah satunya adalah Das Kapital.
Baca Juga: Hari Ini Dalam Sejarah, 21 Februari Tepat 176 Tahun Manifesto Komunis Pertama Kali Diterbitkan
Dikutip dari buku Biografi Lengkap Karl Marx, berikut adalah sejarah perjalanan dari bapak komunis dunia tersebut.
Masa Kecil dan Pendidikan
Karl Marx lahir di Kota Trier, Rhine Hilir, Prussia yang kini jadi Jerman pada 5 Mei 1818.
Ia anak ketiga dari sembilan saudara. Ayahnya adalah Heinrich Marx dan ibunya bernama Henrietta Marx.
Ketika berusia 12 tahun, Marx sekolah di Jesuit yang dikenal sebagai Gymnasium Friedrich-Wilhelm dari tahun 1830-1835.
Baca Juga: Sejarah Pemilu Pertama Tahun 1955, Ketika Bung Karno Antri untuk Mencoblos
Setelah itu, Marx melanjutkan pendidikannya di Universitas Bonn, Jerman.
Akan tetapi, Marx akhirnya pindah karena dipaksa ayahnya ke Universitas Berlin. Ia mengambil Ilmu Filsafat dan Hukum.
Marx kemudian pindah lagi ke Universitas Jena dan meraih gelar doktornya pada tahun 1841.
Perjalanan Karir
Tahun 1842, Karl Marx kemudian bekerja sebagai wartawan di surat kabar liberal di Kota Cologne, Jerman.
Baca Juga: Sempat Dilarang Orde Baru, Begini Sejarah Dinamika Perayaan Imlek di Indonesia
Setahun kemudian, pada 1843, Marx pindah ke Paris dan menikah dengan Jenny von Westphalen.
Di Paris ia bertemu Arnold Ruge, seorang politisi yang bersama-sama mendirikan jurnal berjudul Deutch-Franzosische Jahrbucher.
Tahun 1844, tepatnya di bulan Agustus Marx bertemu dengan Friedrich Engels.
Pertemuannya dengan Engels pada akhirnya menyatukan mereka sebagai kolaborator seumur hidupnya
Baca Juga: Sejarah Berdirinya PKI: Dinamika Perjalanan Politik di Indonesia
Tahun 1845, Marx bersama Engels menulis surat kabar radikal bernama Vorwarts.
Karena surat kabar tersebut, Marx diusir dari Perancis dan pindah ke Belgia.
Manifesto Komunis
Ketika tiba di Brussel, Belgia, Marx bertemu dengan Moses Hess yang mengenalkannya dengan paham sosialisme.
Selama itu, Marx menulis The German Ideology dan mengembangkan teorinya terkait materialisme sejarah.
Baca Juga: Sempat Menjadi Partai Besar, Bagaimana Sejarah PKI Mampu Menggaet Suara Besar di Pemilu
Tahun 1846, Marx mendirikan Komite Korespondensi Komunis yang menghubungkan dengan para sosialis di seluruh Eropa.
Disisi lain, di Inggris, ada sekelompok sosialis terinspirasi dengan tulisan Marx dari surat kabar Vorwarts.
Kaum Sosialis Inggris kemudian mengadakan konferensi dan membentuk Liga Komunis.
Tahun 1847, Liga Komunis berhasil digelar di London. Marx dan Engels hadir dan menulis Manifesto Komunis atau Manifest der Kommunistischen Partei.
Baca Juga: Sejarah Isra Miraj, Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Langit ke-7 yang Sempat Diejek Kaum Quraisy
Manifesto Komunis tersebut kemudian diterbitkan pada tahun 1848 dan menjadi inspirasi kaum kiri di seluruh dunia.
Meninggal dunia
Pada tahun 1849, Belgia mengusir Marx, Jerman dan Perancis tak mau menerimanya. Ia kemudian pindah ke London.
Selama di London, ia membantu mendirikan Masyarakat Pendidikan Buruh Jerman dan markas untuk Liga Komunis.
Baca Juga: Sejarah Berdirinya PNI, Partai Pemenang pada Pemilu Pertama Tahun 1955
Dari tahun 1852 hingga 1862, Marx bekerja sebagai koresponden New York Daily Tribun.
Selama di London, kehidupan Karl Marx ditopang oleh sahabatnya, yakni Friedrich Engels.
Marx hanya fokus pada kapitalisme dan teori ekonomi. Sisa hidupnya digunakan untuk menulis Das Kapital.
Pada tahun 1883, Karl Marx meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



