Kasus DBD di Jakarta 7.142 Orang, Golkar DKI Minta Jumantik Lebih Sering Melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk

AKURAT JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) mencapai 7.142 orang sejak Januari sampai 14 Mei 2024.
Menyoroti hal itu, anggota DPRD DKI Jakarta Khotibi Achyar meminta kader juru pemantau jentik (Jumantik) lebih sering atau rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk di wilayahnya masing-masing.
Menurut pria yang akrab disapa Haji Beceng itu, pemberantasan sarang nyamuk dinilai efektif menekan angka kasus DBD.
Baca Juga: 22 April Hari DBD Nasional, Kenali 5 Tanaman Herbal Pengusir Nyamuk Aedes Aegypti
“Sudah menjadi kewajiban para Jumantik setiap saat datang ke masyarakat wilayahnya masing-masing. Biasanya kan hanya tanggal-tanggal tertentu saja, seperti Jumat,” kata Haji Beceng dikutip dari situs DPRD DKI.
Sosialisasi 3M, yakni menutup, menguras, dan mengubur, juga perlu digalakkan oleh para kader Jumantik kepada masyarakat.
Pasalnya tempat berkembang biak nyamuk bukan hanya di air tergenang, namun juga di tempat kotor. Kegiatan kebersihan lingkungan di tingkat RT juga sangat penting.
Baca Juga: Percayakah Anda Jika Jakarta Ternyata Masih Jadi Kota Terbaik di Indonesia?
“Karena masalahnya jentik-jentiknya itukan bisa berkembang bukan hanya di air yang kotor tapi di tempat-tempat bersih,” tukas politisi Partai Golkar.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, dari 7.142 kasus DBD, 15 orang meninggal dunia.
Dia mengingatkan bahwa peluang terjadinya kasus fatal DBD bisa berpotensi di semua kalangan umum. Masyarakat diminta gencar melakukan 3M (menguras, menutup, mengubur) plus.
Selain itu, pemkot akan memberikan penanda wilayah di kelurahan yang kasus DBD-nya masih tinggi.
PSN atau Pemberantasan Sarang Nyamuk tetap digencarkan kita minta lakukan dua kali seminggu dan di beberapa wilayah lakukan upaya tambahan, seperti memberikan penanda pada kelurahan yang kasus DBD-nya masih terus meningkat.
"Di wilayah, Pak Wali memberikan semacam pelakat menandakan wilayah kelurahan yang dipimpin Lurah tertentu masih tinggi sehingga diharapkan lebih gencar lakukan upaya 3M plusnya, nggak cuma di permukiman, tapi juga di kantor, tempat umum," ujarnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Valencia di La Liga, 16 September 2026: Ujian Berat Tim Juru Kunci di Mendizorroza
- 2Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di La Liga, 15 September 2026: Mampukah El Submaniro Amarillo Bangkit dan Raih Kemenangan Perdana?
- 3Prediksi Skor West Ham vs Fulham di Carabao Cup, 16 September 2026: Mampukah The Hammers Lanjutkan Tren Positif?
- 4Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia, 15 September 2026: Mampukah Grifone Hentikan Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di La Liga, 16 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Krisis Pertahanan?
- 6Prediksi Skor Como vs Parma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Tim Asuhan Cesc Fabregas Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Leeds United vs Newcastle United di Premier League, 15 September 2026: Mampukah The Whites Hentikan Rekor The Magpies?
- 8Prediksi Skor Torino vs AS Roma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Toro Menghentikan Laju Giallorossi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



