Jakarta

22 April Hari DBD Nasional, Kenali 5 Tanaman Herbal Pengusir Nyamuk Aedes Aegypti

Fikri Hidayatulloh | 22 April 2024, 11:57 WIB
22 April Hari DBD Nasional, Kenali 5 Tanaman Herbal Pengusir Nyamuk Aedes Aegypti

AKURAT JAKARTA - Nyamuk Aedes Aegypti merupakan nyamuk yang menjadi perantara virus dengue masuk ke tubuh penderita DBD.

Virus dengue masuk ke tubuh penderita DBD melalui gigitan nyamuk tersebut.

Nyamuk Aedes Aegypti memiliki bentuk relatif kecil dan memiliki corak loreng-loreng putih dan hitam pada kaki dan bagian tubuh lain.

Baca Juga: 22 April Hari DBD Nasional, Kenali Ciri-ciri dan Cara Mencegah Nyamuk Aedes Aegypti Berkembang Biak

Nyamuk Aedes Aegypti suka menggigit atau menghisap darah manusia pada pagi hari, pukul 09.00 –10.00 WIB dan sore hari, pukul 15.00 –16.00 WIB.

Nyamuk ini juga senang hinggap pada pakaian yang digantung dikamar.

Pada 2024, kasus Demam Berdarah Dengue (DB) di Tanah Air menunjukkan tren peningkatan.

Baca Juga: KETERLALUAN! Bukannya Nangkap Penjahat, 5 Polisi di Depok Ditangkap Gara-gara Terlibat Barang Haram

Kementerian Kesehatan mengungkap hingga pekan ke-15 tercatat 62.001 kasus DBD di 454 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Jumlah penyebaran kasus DBD tersebut juga merata di 34 provinsi.

Angka kasus DBD pada pekan ke-15 ini meningkat dari pekan ke-14 yang saat itu sudah mencapai 60.298 kasus.

Baca Juga: Siap-siap Bawa Payung, Sebagian Jakarta Hujan Siang sampai Sore Hari Ini Senin 22 April 2024

Kasus DBD di Tanah Air pada pekan ke-15 ini juga menyumbang 475 kasus kematian di 151 kabupaten dan kota.

Kasus kematian terbanyak datang dari Jawa Barat yang mencapai 158 kasus dan Jawa Tengah dengan 105 kasus.

Sehingga, DBD harus menjadi penyakit yang diwaspadai bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Polisi Kantongi Identitas Pembunuh Wanita Hamil, Gerak-geriknya Terlihat CCTV

Lebih-lebih, DBD merupakan penyakit yang disebabkan virus dengue ini bisa menyerang anak-anak dan orang dewasa.

Untuk membangkitkan kepedulian masyarakat, Pemerintah bahkan  sudah menetapkan 22 April sebagai Hari Demam Berdarah Nasional.

Mencegah dari gigitan nyamuk Aedes Agypti dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan cara herbal.

Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD DKI Himbau Pemudik Tidak Membawa Keluarga Saat Balik ke Jakarta, Basri Baco: Utamakan Warga Ber-KTP Jakarta untuk Pekerjaan

Makalah berjudul Pemanfaatan Beberapa Tanaman yang Berpotensi Sebagai Bahan Anti Nyamuk tulisan Kun Sri Budiasih dari Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, menggungkap beberapa jenis tumbuhan dan tanaman yang dapat digunakan sebagai obat anti nyamuk alami:

1. Serai
 
Serai merupakan tanaman rumput-rumputan tegak, menahun, dan mempunyai perakaran yang sangat dalam serta kuat.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries Hari Ini 21 April 2024, Awal yang Baik Jika Ingin Mulai Menanam Investasi Jangka Panjang Sekarang

Batangnya membentuk rumpun, pendek, massif, dan bulat dengan penampang lintang batang berwarna merah.

Serai memiliki kandungan utama minyak atsiri. Minyak serai mengandung 3 komponen utama yaitu sitronelal, sitronelol dan geraniol.

Nah, kandungan geraniol dan sitronelal pada minyak serai ini dapat digunakan untuk menghalau nyamuk.

Baca Juga: Sejarah Bung Karno Ragu dengan Kapasitas Ali Sadikin, Dibuktikan dengan Kerja Nyata Bangun Kota Jakarta

Sementara, abu dari daun dan tangkai serai mengandung 45 persen silika yang bisa menyebabkan desikasi pada kulit serangga sehingga serangga akan mati kekeringan.

Desikasi ditandai dengan keluarnya cairan tubuh secara terus menerus.

Adapun, sitronelol dan geraniol merupakan bahan aktif yang tidak disukai dan sangat dihindari serangga, termasuk nyamuk.

Baca Juga: Wanita Hamil Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dalam Konsisi Tanpa Celana di Ruko Kelapa Gading, Polisi Tunggu Keluarga dari Luar Kota

Tanaman serai di Indonesia banyak ditemukan di Pulau Jawa, di tepi jalan atau di persawahan dan dikenal dengan nama sereh.

2. Lavender

Memiliki penampilan bunga yang amat menarik, berwarna ungu kecil-kecil.

Baca Juga: Sosok Suwiryo, “Gubernur” Pertama Jakarta yang Ternyata Bukan Asli Betawi

Bunga Lavender mempunyai aroma yang wangi.

Apabila digosok-gosok ke tubuh, Bunga Lavender dapat menghindarkan dari gigitan nyamuk.

Proses penyemaian Bunga Lavender diambil dari biji-biji yang tua dan sehat.

Baca Juga: KONSER GRATIS UNGU di Pesta Rakyat Slawi Ageng, Dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Tegal, Catat Tanggalnya!

Bila sudah tumbuh, tamanan Lavender dipindahkan ke polybag.

Ketika tingginya mencapai 15 – 20 cm, dapat dipindahkan ke dalam pot atau ditanam di halaman rumah.

Tanaman lavender menghasilkan minyak atsiri dari proses penyulingan bunganya yang bisa digunakan sebagai aromaterapi.

Baca Juga: Figur Rendah Hati dan Merakyat, Bang Zaki Iskandar Dinilai Sebagai Sosok Paling Relevan untuk Diusung Golkar di Pilkada DKI Jakarta 2024

3. Zodia

Tanaman zodia merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari Papua.

Orang Papua terbiasa menggosok kulit mereka dengan daun Zodia sebelum masuk ke hutan dengan tujuan melindungi dari serangan serangga, khususnya nyamuk.

Baca Juga: Rencana MRT dari Jakarta Menuju Tangsel Terkendala Detail Perencanaan

Daun Zodia mengandung mengandung minyal linalool 46 persen dan apinene13,26 persen, serta zat evodiamine dan rutaecarpine..

Linalool berfungsi sebagai pengusir nyamuk.

Apabila digosokkan ke anggota badan, dapat menghalau nyamuk selama 6 jam dengan daya proteksi lebih dari 70 persen.

Baca Juga: Resep Kentang Mustofa Enak dan Renyah, Bisa untuk Lauk dan Cemilan

Daun Zodia juga berkhasiat menyembuhkan sakit kepala, disentri, dan pembunuh sel kanker.

Sementara, bunganya dapat dijadikan obat gosok untuk mengobati masuk angin.

Apabila daun-daun Zodia saling bergesekan akan mengeluarkan aroma yang cukup wangi.

Baca Juga: Berikut Daftar Tanggal Merah Bulan Mei 2024, Siapkan Liburan Terbaiknya

Namun, apabila aroma daun ini menyebar di ruangan yang sempit dan tertutup dapat membuat mabuk dan pusing kepala.

Yang lazi,m, tamanan Zodia ditanam dalam pot sebagai tanaman dalam ruangan.

Namun, bisa juga langsung ditanam di halaman rumah.

Baca Juga: Resep Ayam Penyet Sambal Ijo, Makan Dijamin Sukses Bikin Nambah Terus

Tinggi tanaman Zodia bisa mencapai 200 cm.

Daunnya cantik, hijau agak kekuningan, pipih panjang tapi lentur, dan menyejukkan mata yang memandang.

Tanaman zodia juga cukup mudah diperbanyak, baik melalui stek ranting maupun penyemaian biji-bijinya.

Baca Juga: Cak Imin Persilahkan Menaker Ida Fauziyah Maju Pilgub DKI Jakarta

Namun, tamanan ini sangat rentan dari paparan sinar matahari langsung.

Sebaliknya, bila kurang sinar matahari mengakibatkan Zodia bertumbuh tidak sehat.

Tanaman ini akan tumbuh subur bila dikembangkan di daerah yang cukup dingin.

Baca Juga: Warga Bintaro Jaksel Harus Coba, Ini 20 Kedai Bakso Enak Bikin Balik Lagi

4. Geranium

Tanaman geranium tumbuh merumpun, banyak anakan. Memilik daun hijau, berbentuk menjangkar (menyerupai jangkar), tepi daun bergerigi.

Tanaman geranium memiliki tiga varian, yakni Citrosa mosquito fighter, Cirosa queen of lemon, dan Citrosa lady diana.

Varian Citrosa mosquito fighter dulu cukup mudah ditemukan di sekitar Bandung dan bertumbuh liar di area persawahan.

Baca Juga: Jadi Destinasi Wisata Baru di Jakarta, Pantai Cikaya Pulau Karya Mulai Berbenah

Daun geranium apabila iselipkan di antara pakaian dalam almari berkhasiat mengusir nyamuk dan ngengat.

Geranium memberikan aroma khas yang berasal dari citronella.

5. Rosemary

Tanaman rosemary memang kurang menarik jadi tanaman hias.

Baca Juga: Jamie Aditya hingga Barry Likumahuwa Sukses Meriahkan Opening 1920 Lounge di Kemang

Sebagai tanaman batang keras, tanaman rosemary memiliki bau yang sangat menyengat.

Warna daunnya hijau tua dan bentuk daunnya meruncing.

Baunya yang menyengat inilah yang dicari-cari orang karena dapat mengusir nyamuk.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.