Jakarta

Jakarta Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat Sepekan Ini, BMKG Imbau Warga Tingkatkan Risiko Bencana Banjir dan Longsor

Yasmina Nuha | 22 Januari 2025, 16:36 WIB
Jakarta Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat Sepekan Ini, BMKG Imbau Warga Tingkatkan Risiko Bencana Banjir dan Longsor

AKURAT JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat dalam satu pekan depan.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

"Untuk itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi cuaca terkini yang dirilis oleh BMKG," ujar Dwikorita dalam keterangannya, Selasa (21/1/2025).

Baca Juga: Pramono-Rano Bakal Kurangi Hari Kerja Jadi 4 Hari, Tim Transisi: Ikut Tren dari Kota-Kota Eropa

Ia mengatakan, pihak BMKG memprediksi cuaca selama periode 21-23 Januari 2025 hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Jakarta.

"Kemudian, pada 24-27 Januari 2025, hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Jakarta," ungkapnya.

Dalam satu pekan mendatang, lanjut Dwikorita, BMKG memantau berbagai fenomena atmosfer yang diprakirakan mempengaruhi cuaca di wilayah Indonesia.

Baca Juga: Anggota DPD RI Happy Djarot Ikuti Tanam Serentak se DKI Jakarta, Tanam Bibit Jagung dan Cabai

"Ada angin Monsun Asia yang masih mendominasi di wilayah Indonesia dengan disertai fenomena La Nina lemah. Gelombang atmosfer masih menjadi faktor utama dalam potensi terjadinya hujan di wilayah Indonesia," terangnya.

Seperti fenomena Gelombang Rossby Ekuator yang berpropagasi ke arah barat terpantau aktif di Samudra Hindia barat pulau Sumatra hingga sebelah selatan NTT, sebagian besar pulau Sumatra, Kepulauan Riau, Laut Natuna, Bangka Belitung,

Kemudian, di Laut Jawa, Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, Laut Flores, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Laut Flores, Laut Banda, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Pegunungan.

Baca Juga: IDN: 100 Hari Pemerintahan Prabowo Berkontribusi Signifikan

"Sedangkan Gelombang Kelvin yang berpropagasi ke arah timur terpantau aktif di Samudra Hindia sebelah barat Aceh, Laut Arafura, dan Papua Selatan. Analisis OLR juga menunjukkan nilai negatif sehingga potensi hujan semakin signifikan," tuturnya.

Selain itu, ia menjelaskan, sirkulasi siklonik terpantau di perairan barat Aceh, Selat Karimata, dan NTT-Laut Timor ikut berkontribusi terhadap dinamika atmosfer Indonesia terutama di wilayah Sumatra dan Nusa Tenggara dalam beberapa hari ke depan.

"Kemudian daerah konvergensi lainnya diperkirakan memanjang dari perairan barat Bengkulu hingga selatan Jawa, dari perairan utara Papua hingga Sulawesi Utara, di perairan utara Kepulauan Papua dan dari Papua Tengah hingga Papua Nugini," tukasnya.

Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, ia pun mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan hujan lebat yang disertai petir dan berhati-hati terhadap jalanan licin yang berpotensi membahayakan keselamatan.

"Masyarakat juga diminta siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja," pungkasnya.

Untuk informasi perkembangan cuaca terkini dapat diakses melalui kanal resmi BMKG, seperti situs BMKG.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y