Jakarta

Banyak Laporan Taman Dibuka 24 Jam Digunakan Berpacaran Sampai Larut Malam, Legislator Golkar Minta Pemprov Perketat Pengawasan

Yasmina Nuha | 4 Juli 2025, 07:50 WIB
Banyak Laporan Taman Dibuka 24 Jam Digunakan Berpacaran Sampai Larut Malam, Legislator Golkar Minta Pemprov Perketat Pengawasan

AKURAT JAKARTA - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, mengatakan bahwa pihaknya mendapat banyak laporan warga terkait taman dibuka 24 jam yang digunakan untuk berpacaran sampai larut malam.

"Ada beberapa warga saya di Jakarta Timur datang ke taman itu juga memberikan masukan. Artinya kok semakin malam jadi pertemuan-pertemuan anak-anak muda. Kemudian seperti orang-orang pacaran," ujar Judistira saat dihubungi wartawan, Kamis (3/7/2025).

Ia menjelaskan, terkait hal tersebut, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan setempat untuk mengawasinya.

Baca Juga: Legislator Golkar Alia Laksono Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga

"Saya bilang itu nanti tugasnya yang mengawasi di situ. Terima kasih masukannya," ujar Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.

Tak hanya itu, Judistira pun mendorong agar warga turut melaporkannya melalui media sosial maupun aplikasi JAKI milik Pemprov DKI Jakarta.

"Tapi kan bisa juga langsung melalui Instagram, kemudian ada sarana-sarana lain yang bisa digunakan oleh warga masyarakat termasuk melalui JAKI," tuturnya.

Baca Juga: Legislator Golkar Farah Savira Minta Disdik DKI Matangkan Sistem Zona Layanan Satuan Pendidikan

Ia juga meminta agar Pemprov DKI Jakarta dapat melakukan preventif serta pengawasan yang berkelanjutan di taman yang dibuka 24 jam tersebut.

Selain itu, Ketua Harian DPD Golkar DKI Jakarta itu mengatakan bahwa pihaknya belum menemukan laporan terkait tindakan asusila atau mesum di taman 24 jam.

Namun, dirinya tetap menegaskan bahwa taman-taman yang dibuka 24 jam tersebut jangan sampai digunakan pacaran hingga larut malam.

"Tapi artinya semakin malam semakin ya biasalah anak-anak muda kan. Paling tidak kita mengingatkan, 'wah ini jangan begitu dong, jangan berdua-duaan'. Jadi saya kira masih sebatas itulah," tegasnya.

Ia juga meminta agar yang paling penting pihak Pemprov harus lakukan pengawasan dengan memberdayakan pengawas yang lebih banyak.

"Saya kira kemarin-kemarin setelah dibuka itu masih sangat kurang sehingga kita sampaikan ke dinas pertamanan itu untuk menambah petugas yang ada di situ," tuturnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y