Jakarta

Antisipasi Banjir di Jakarta Timur, Legislator Golkar Minta Wali Kota Bersama Dinas SDA Bersihkan Gorong-gorong dan Kali

Yasmina Nuha | 7 Juli 2025, 20:34 WIB
Antisipasi Banjir di Jakarta Timur, Legislator Golkar Minta Wali Kota Bersama Dinas SDA Bersihkan Gorong-gorong dan Kali

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, meminta agar jajaran Wali Kota Jakarta Timur bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk mengatasi banjir yang melanda wilayahnya sejak Minggu (6/7/2025).

Sebagai Anggota DPRD Dapil 5 Jakarta Timur, ia meminta agar mereka saling berkoordinasi untuk membersihkan gorong-gorong.

"Dan tadi juga sudah ingatkan kembali ke Pak Wakil Wali Kota Jakarta Timur, biar fokus ke SDA-nya, karena kan aku udah dapil Jakarta Timur kan, jadi koordinasi ke SDA-nya biar gorong-gorong itu harus dibersihin," ujar Alia kepada Akurat Jakarta, Senin (7/7/2025).

Baca Juga: Legislator Golkar Minta Dinas Kominfotik Matangkan Konsep Pemantauan Lewat CCTV, Termasuk Lokasi Strategis

Ia menjelaskan, dengan pembersihan gorong-gorong maupun kali tersebut dapat membantu untuk mengantisipasi banjir dengan drainase yang lancar.

"Karena kalau misalnya gorong-gorong sama kali sungai itu tumpuk dengan sampah, itu pasti akan banjir, bukan hanya banjir, kotor, nanti lebih susah lagi untuk dibersihinnya, karena sistem drainasenya nggak lancar," tuturnya.

Wakil Ketua Komisi A itu juga menuturkan, saat ini Wali kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar sedang keliling untuk menangangi banjir.

Baca Juga: Banyak Laporan Taman Dibuka 24 Jam Digunakan Berpacaran Sampai Larut Malam, Legislator Golkar Minta Pemprov Perketat Pengawasan

"Terutama karena kan Kali Ciliwung itu udah meluap, dan kalau Kali Ciliwung meluap itu bukan hanya memberi dampak ke Jakarta Timur, tapi ke kota administrasi yang lain, jadi beliau sekarang lagi fokus handle itu," tukasnya.

Selain itu, ia juga meminta kepada seluruh Wali Kota di 5 wilayah Jakarta untuk mengantisipasi potensi curah hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Jadi harusnya misalnya hujan sudah berjalan berapa jam, harusnya mereka juga sudah lebih bisa antisipasilah pertolongan pertama ke warga, mungkin dari daerah yang rawan-rawan banjir," kata Alia.

"Jadi warganya harus dengan cepat dievakuasi, misalnya ke kantor kelurahan atau kantor kecamatan terdekat, biar mengurangi resiko keamanan warga," pungkasnya. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y