Jakarta

Bantah Rekrutmen Petugas PPSU di Jakarta Dinilai Tidak Transparan, Gubernur Pramono: Masih Belum Final

Yasmina Nuha | 24 Juli 2025, 21:06 WIB
Bantah Rekrutmen Petugas PPSU di Jakarta Dinilai Tidak Transparan, Gubernur Pramono: Masih Belum Final

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menanggapi terkait keresahan warga pada rekrutmen petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Jakarta yang dinilai tidak transparan.

Ia menyebut, terdapat warga yang protes tidak diterima dalam proses rekrutmen petugas PPSU, sehingga mereka menuduh bahwa pihak Pemprov tidak transparan.

Padahal, kata Pramono, untuk proses rekrutmen petugas PPSU tersebut masih belum final dan diserahkan hasilnya ke dirinya.

Baca Juga: Syukuran Musda XI Partai Golkar Jakarta, Zaki Iskandar Bagi-bagi Doorprize 2 Tiket Umroh, Ini Pesannya Kepada Kader untuk 5 Tahun ke Depan

"Memang sekarang ini pastilah ada protes, enggak semua orang bisa diterima di PPSU. Yang tidak diterima komplain dan sebagainya, menyampaikan tidak transparan. Padahal ini belum final, belum di tempat saya," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (24/7/2025).

Ia menuturkan, untuk saat ini, proses rekrutmen petugas PPSU masih berada di tingkat Wali Kota. Untuk itu, pihaknya pun memastikan agar proses pelaksanaan ini tetap berjalan transparan.

"Jadi PPSU ini sekarang di walikota, nanti laporan terakhir baru ke saya. Yang paling penting kan gini, yang ini akan membuat dan dibuat transparan," terangnya.

Baca Juga: Dunia Akan Gelap 6 Menit 23 Detik, Fenomena Gerhana Matahari Total 2027

Sebelumnya, Anggota Komisi D DPRD DKI Ali Lubis menyebut bahwa temuan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi pada proses rekrutmen petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mencapai sekitar Rp2 juta rupiah.

Ali menjelaskan, temuan ini didapatnya setelah beberapa hari lalu dirinya mengadakan sosialisasi ke wilayah daerah pemilihan (Dapil) di Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur.

"Setelah saya melakukan sosialisasi ada masyarakat yang menyampaikan ke saya bahwa suaminya itu ikut mendaftar PJLP, itu PPSU di kelurahan. Namun dia laporkan, 'Pak suami saya diminta uang'. 'Berapa?' saya bilang, 'Sekitar 2 jutaan'," kata Ali saat dihubungi wartawan, Rabu (16/7/2025).

Sementara itu, Plt. Camat Kecamatan Jatinegara, Agung Budi Santoso, membantah terkait laporan praktik pungutan liar (pungli) pada proses rekrutmen petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di wilayahnya.

Berdasarkan laporan dari tim perekrutannya, Agung mengklaim bahwa tidak ada pungli dalam proses perekrutan PPSU maupun Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di wilayahnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y