Legislator Golkar Desak PAM Jaya Priotaskan Penyaluran Air Bersih ke Wilayah Kumuh

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, mendorong kepada PAM Jaya untuk terus menyalurkan air bersih ke wilayah permukiman kumuh di Jakarta.
Ia menilai, meski penyaluran air bersih di Jakarta sudah 74%, namun masih banyak warga miskin yang harus membeli air minum dengan harga yang lebih mahal.
"Sayangnya, mesti agak mungkin mapping ya, banyak wilayah-wilayah yang masyarakat menengah ke bawah bahkan kumuh, yang ekonominya pas-pasan, air dia harus beli lebih tinggi daripada kita-kita ini membeli air," kata Baco beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Legislator Golkar Soroti Penambahan Gaji Guru Madrasah di Bawah Kanwil Kemenag yang Masih Kecil
Dengan itu, menurutnya bahwa PAM Jaya masih gagal dan belum mampu mengakses air bersih ke wilayah tersebut.
"Ini kan bisa dibilang kegagalan kita atau belum mampunya kita mencapai ke sana. Faktor keadilannya kita belum capai. Jadi Pak Arief (Dirut PAM Jaya) mungkin agak lebih fokus ke daerah-daerah ya nanti," tuturnya.
Ia pun mencontohkan, beberapa waktu lalu dirinya menerima perwakilan massa aksi demo yang menolak privatisasi PAM di depan Gedung DPRD DKI Jakarta.
Baca Juga: Golkar Soroti Ketimpangan Akses Air di Jakarta, Warga Miskin Bayar Lebih Mahal
Saat itu, dirinya baru mengetahui bahwa terdapat warga di Kampung Baru, Jakarta Selatan, yang harus membeli air dari gerobak. Dirinya pun mempertanyakan fenomena tersebut.
"Ternyata di Kampung Baru sana ada, masih ada. Yang lucunya lagi, air itu mereka beli dari gerobak itu, Pak Arief. Pertanyaan saya, berarti airnya ada. Berarti airnya ada, ada airnya. Sambungannya nyampe enggak? Ada yang nyampe, airnya keluar, enggak. Terus ngambil airnya dari mana? Master Metter," paparnya.
Usai berdiskusi dengan pendemo kemarin, Koordinator Komisi B itu pun menduga bahwa fenomena ini dipelihara oleh oknum tak bertanggung jawab.
"Kondisi ini dipelihara, tidak masuk langsung ke rumah-rumah warga yang susah itu. Entah diakali oleh oknum sehingga mereka dapat air, tapi Master Metternya hidup. Sehingga ada pekerjaan jual air dorong," tuturnya.
Untuk itu, ia menegaskan agar PAM Jaya untuk terus meningkatkan penyaluran air bersih ke wilayah permukiman menengah ke bawah.
"Tapi yang paling penting, Pak Arief, tolong daerah-daerah yang masyarakat yang memang hari ini ekonominya jauh di bawah kita, namun mereka beli airnya itu lebih mahal daripada kita. Itu ya," tegasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 7Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


