Legislator Golkar Alia Laksono Minta SKPD Lebih Transparan Soal Realisasi Aspirasi Reses 2025

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, menegaskan pentingnya pengawalan aspirasi warga melalui rapat kerja bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Menurutnya, monitoring dan evaluasi (monev) perlu dilakukan secara berkelanjutan agar usulan dan permintaan warga yang disampaikan selama masa reses tahun 2025 benar-benar dapat diwujudkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hal ini disampaikannya dalam Rapat Kerja bersama SKPD dalam rangka Pembahasan Monev atau Monitoring dan Evaluasi Hasil Reses pada APBD 2025 dan Rencana Realisasi APBD 2026, Rabu (21/1/2026).
Alia mengatakan, monev bukan sekadar agenda formal, melainkan instrumen penting untuk memastikan komitmen pemerintah daerah dalam menindaklanjuti aspirasi warga.
Ia menilai, keberhasilan pelaksanaan usulan reses sangat bergantung pada keterbukaan informasi dan koordinasi yang baik antara DPRD dan SKPD terkait.
"Harus dibuat lebih transparan, supaya kami sebagai anggota dewan juga bisa memberikan laporan perkembangan usulan-usulan tersebut kepada warga," ujar Alia.
Baca Juga: Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Apresiasi Dinas Bina Marga Tuntaskan Ribuan Usulan Warga Hasil Reses
Wakil Ketua Komisi A itu menjelaskan, anggota dewan secara rutin turun ke lapangan, minimal beberapa kali dalam sebulan, untuk berkunjung, bertemu, dan berkomunikasi langsung dengan warga.
Dalam pertemuan tersebut, warga kerap menanyakan kelanjutan dari usulan yang telah mereka sampaikan sebelumnya.
"Kalau warga sudah mengusulkan dan menaruh harapan kepada kita, sementara kita tidak tahu progresnya, tentu itu menjadi persoalan. Kita harus tahu sejauh mana usulan itu bisa dan sedang dilaksanakan," katanya.
Untuk itu, Alia mendorong agar sistem pelaporan progres usulan warga, seperti yang sebelumnya disampaikan oleh pihak eksekutif, dapat kembali diimplementasikan dan dioptimalkan.
Keberadaan platform atau website yang memuat perkembangan tindak lanjut usulan dinilai akan sangat membantu, baik bagi anggota dewan maupun masyarakat.
"Dengan adanya informasi progres yang terbuka, kita bisa menjelaskan langsung kepada warga saat bertemu di lapangan. Ini juga menjadi bagian dari akuntabilitas dan kepercayaan publik," tegasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



