Bantah Gaji Nakes di Jakarta Tak Naik 10 Tahun, Gubernur Pramono: Masih Lebih Tinggi Dibanding RS Swasta

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, membantah gaji tenaga kesehatan (nakes) di Jakarta disebut tidak mengalami kenaikan selama 10 tahun.
Ia memastikan bahwa gaji nakes, terutama yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), justru berada di atas rata-rata rumah sakit swasta di Jakarta.
"Gaji nakes yang ada di Jakarta, terutama yang P3K, saya mendapatkan laporan sudah lebih tinggi dibanding rumah sakit-rumah sakit yang ada di Jakarta, kecuali di RS Pondok Indah," ujar Pramono kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: 5 Cara Mencegah Mata Minus Agar Tidak Bertambah Parah, Sudah Kamu Lakukan?
Pramono menilai tidak mungkin gaji tenaga kesehatan tidak mengalami kenaikan sama sekali selama satu dekade, mengingat penyesuaian anggaran rutin dilakukan setiap tahun.
Namun demikian, mantan Sekretaris Kabinet RI itu berkomitmen mengecek lebih detail laporan yang masuk.
"Kalau tidak pernah naik, masa sih? Karena semuanya pasti mengalami kenaikan. Tapi untuk lebih jelasnya akan saya pelajari lagi," kata Pramono.
Diketahui, gaji tenaga kesehatan (nakes) Jakarta yang belum naik selama 10 tahun terakhir kembali disorot dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi E terhadap Pra-Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 pada hari Senin (2/3/2026) lalu.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana mengungkit beban pekerjaan, resiko, dan bertambahnya kebutuhan hidup sebagai alasan untuk mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar segera menaikan gaji para nakes.
"Dalam rapat hari ini, saya kembali mendesak Pemprov DKI untuk menaikan gaji para nakes yang sudah 10 tahun belum juga naik," katanya.
Mengutip Sustainable Development Goals (SDG) yang merekomendasikan rasio 4,45 nakes untuk setiap 1.000 penduduk, ia menekankan bahwa rasio nakes di Jakarta lebih rendah yaitu 1,73 nakes, sehingga nakes di DKI cenderung memiliki beban kerja yang jauh lebih berat.
"Nakes kita memikul beban kerja 2 sampai 3 kali lebih besar daripada yang semestinya," jelas Justin.
"Bahkan, rasio tersebut belum memperhitungkan jumlah warga dari luar Jakarta yang menerima KIS (Kartu Indonesia Sehat). Kalau ditambah, maka semakin sedikit lagi jumlah nakes yang harus melayani sekitar 13 sampai 14 juta warga di Jakarta," lanjutnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





