Gubernur Pramono Akui Persoalan Tumpukan Sampah di Jakarta Belum Tuntas, Janjikan Perbaikan Secepatnya

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengakui persoalan tumpukan sampah di sejumlah wilayah di Jakarta termasuk Tempat Penampungan Sementara (TPS) belum sepenuhnya terselesaikan. Meski demikian, ia memastikan kondisinya mulai berangsur membaik.
Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi penumpukan sampah, salah satunya dengan menambah armada pengangkut sampah di titik-titik yang mengalami penumpukan.
"Untuk sampah memang belum semuanya selesai. Tetapi sampah yang ada di TPS-TPS mulai berkurang. Bahwa belum semuanya terselesaikan, iya," kata Pramono dalam rapat pimpinan Pemprov DKI Jakarta, Rabu (1/4).
Ia mencontohkan penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati yang sebelumnya mengalami penumpukan cukup signifikan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemprov DKI menambah puluhan armada truk pengangkut sampah.
"Contohnya yang di Kramat Jati kemarin secara khusus kami tambah 20 truk baru untuk mengurangi itu. Mungkin perlu waktu sebentar, sebentar lagi akan terselesaikan," ujarnya.
Politikus PDIP itu optimistis dengan penambahan armada dan percepatan pengangkutan, persoalan tumpukan sampah di TPS dapat segera teratasi dalam waktu dekat.
Baca Juga: Pemerintah Berlakukan 8 Kebijakan Transformasi Budaya Kerja Mulai 1 April 2026, Ini Rinciannya!
Diketahui, Perumda Pasar Jaya mengerahkan sebanyak 33 truk pengangkut untuk menangani gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Kami telah mengangkut sampah menggunakan 33 truk, terdiri dari 20 armada pada hari kemarin (Selasa, 31 Maret) dan 13 armada pada hari ini," kata Kepala Divisi Humas Perumda Pasar Jaya Imam Kurniawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Dia menegaskan Perumda Pasar Jaya berkomitmen melakukan percepatan penanganan sampah agar aktivitas warga tidak terganggu.
Selain itu, komitmen tersebut juga bertujuan menjaga kelancaran operasional pasar dan kenyamanan seluruh pengunjung maupun pedagang di Pasar Induk Kramat Jati.
Baca Juga: Resmi! Ini Daftar Tarif Listrik PLN Per 1 April 2026, Apakah Ada Kenaikan?
Terlebih, estimasi volume sampah saat ini mencapai kurang lebih 6.970 ton atau setara dengan 410 truk. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





