Perang AS dan Israel vs Iran Berpotensi Ganggu Pasokan Pangan, Gubernur Pramono Pastikan Stok di Jakarta Aman Jelang Idul Fitri 2026

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa eskalasi konflik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dapat memberikan tekanan serius terhadap perekonomian dunia, khususnya pada rantai pasok komoditas penting.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran, kata Pramono, akan berdampak langsung pada distribusi energi dan logistik global.
"Memang sekarang seperti yang saya katakan bahwa ekonomi global, tekanan itu pasti akan terjadi karena perang yang terjadi saat ini," ujar Pramono kepada wartawan, dikutip Senin (2/3/2026).
"Terutama kalau nanti Selat Hormuz kemudian ditutup, pasti dampaknya itu akan secara langsung terhadap supply chains dan juga harga-harga pasti mengalami kenaikan," imbuhnya.
Namun di tengah potensi tekanan global tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan bahwa kebutuhan pangan pokok masyarakat menjelang Idul Fitri 2026 tetap aman.
Pramono menyampaikan bahwa stok komoditas kunci seperti cabai keriting, daging, dan beras berada dalam kondisi lebih dari cukup.
"Karena kita sebentar lagi menyambut Idulfitri, kebutuhan utama di Jakarta hal yang menyangkut cabai keriting, daging, beras sekarang ini stoknya lebih dari cukup," jelasnya.
Baca Juga: Inna Lillahi.... Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno Meninggal Dunia Pagi Ini
Ia mengakui bahwa daging sapi kerap menjadi isu rutin setiap menjelang hari besar keagamaan. Namun tahun ini, stok daging dipastikan aman.
Berdasarkan pemantauan di berbagai pasar besar di Jakarta, sejauh ini belum ada kenaikan harga signifikan.
"Yang selalu jadi persoalan di Jakarta adalah masalah daging. Alhamdulillah sekarang stok daging aman. Dan kalau kita pantau, dari semua harga di pasar-pasar utama di Jakarta, kenaikannya belum terjadi dan mudah-mudahan tidak terjadi," tambahnya.
Mantan Sekretaris Kabinet RI itu memastikan Pemprov DKI terus mengawasi perkembangan harga serta potensi inflasi daerah.
"Dan saya tetap memantau, mudah-mudahan inflasinya juga terpantau dengan baik," tandas Pramono.
Sebagai informasi, Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026) dengan membidik pimpinan tertinggi negara itu.
Operasi bertajuk 'Operation Epic Fury' ini menjadi eskalasi besar baru di Timur Tengah dan berpotensi meluas ke kawasan Teluk.
Presiden AS, Donald Trump, menyebut serangan itu bertujuan menghapus ancaman terhadap keamanan Amerika Serikat.
Ia juga mengatakan upaya tersebut memberi kesempatan bagi rakyat Iran menentukan masa depan politiknya, yang langsung memicu respons keras dari Teheran.
Baca Juga: Putin Mengutuk Pembunuhan 'Sinis' Khamenei, Sebut Hukum Internasional Telah Mati!
Tak lama setelah serangan dilancarkan, Iran menembakkan rudal ke wilayah Israel. Ledakan juga terdengar di sejumlah negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Qatar dan Bahrain. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 4Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 5Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 8Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







