TPST Bantargebang Jadi Penyumbang Emisi Gas Metana Terbesar Kedua di Dunia, Gubernur Pramono Siapkan 3 Langkah Penanganan Sampahnya

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi guna mengurangi emisi gas metana di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
Langkah itu disampaikan Pramono merespons sorotan terhadap TPST Bantargebang yang sebelumnya tercatat sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia berdasarkan laporan UCLA School of Law yang dirilis pada 20 April 2026.
Dalam laporan berjudul "Spotlight on the Top 25 Methane Plumes in 2025: Landfills", TPST Bantargebang disebut menghasilkan sekitar 6,3 juta ton gas metana setiap jam.
Baca Juga: Kawasan Jalan Rasuna Said Kuningan Bakal Jadi Lokasi Car Free Day Baru, Dimulai Akhir Pekan Ini
Menanggapi hal tersebut, Pramono mengatakan Pemprov DKI telah menyetujui pembangunan sejumlah fasilitas pengolahan sampah modern di kawasan Bantargebang.
"Yang pertama, saya sudah menyetujui untuk di sana segera dibangun untuk PLTSa pembangkit listrik tenaga sampah dan juga untuk pembangkit listrik untuk fuel," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (6/5/2026).
Menurutnya, nantinya akan ada tiga aktivitas utama pengolahan sampah di kawasan Bantargebang, yakni fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF), pengolahan sampah menjadi bahan bakar (fuel), serta pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).
"Sehingga dengan demikian nanti di sana ada tiga aktivitas, untuk RDF Bantargebang, yang kedua untuk fuel, yang ketiga untuk menjadi energi," ujarnya.
Baca Juga: Jangan Lewatkan Fenomena Langka Dua Kali Bulan Purnama di Mei 2026
Pramono meyakini pengembangan fasilitas tersebut dapat mengurangi gas metana yang selama ini dihasilkan dari timbunan sampah lama di Bantargebang.
"Kalau itu bisa dilakukan, pasti itu akan mengurangi banyak metan yang ada di sana yang sudah tertimbun begitu lama, cadangannya sudah 55 juta," ucapnya.
Politikus PDIP itu menegaskan persoalan sampah dan emisi di Bantargebang merupakan tanggung jawab bersama yang harus segera ditangani. Karena itu, Pemprov DKI juga menargetkan pembangunan tiga PLTSa di Jakarta.
"Saya tidak mau menyalahkan siapa pun tetapi ini menjadi tanggung jawab kita untuk menyelesaikan itu. Maka kenapa di Jakarta akan ada tiga PLTSa," kata Pramono.
Selain Bantargebang, Pemprov DKI juga mulai meningkatkan kapasitas fasilitas RDF di Rorotan, Jakarta Utara. Saat ini fasilitas tersebut disebut telah memproduksi sekitar 750 ton per hari.
Baca Juga: Ahmad Dhani Ungkap Alasan Perceraian dengan Maia Estianty 20 Tahun Silam
Namun, Pramono meminta peningkatan kapasitas tetap dibarengi perbaikan infrastruktur agar tidak menimbulkan dampak bagi warga sekitar.
"Saya minta untuk pelan-pelan ditingkatkan tetapi diperbaiki infrastrukturnya supaya tidak memberikan dampak bau maupun pernapasan bagi warga yang ada," tuturnya.
Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Danantara Indonesia menandatangani kesepakatan kerja sama (MoU) terkait percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta.
Penandatanganan berlangsung di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5), serta disaksikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan pejabat terkait lainnya.
Gubernur Pramono menjelaskan, MoU mencakup percepatan pembangunan PSEL di dua lokasi, yakni Tanjung dan Bantargebang.
Menurutnya, kesepakatan ini menjadi langkah penting sekaligus titik awal proses signifikan dalam penanganan kedaruratan sampah di Jakarta.
"Terutama untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang saat ini telah jauh melebihi kapasitas," ujar Pramono. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







