Gubernur Pramono Klaim Jumlah RW Kumuh di Jakarta Berkurang 52,58 Persen Sejak 2017, dari 445 jadi 211

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat penurunan signifikan jumlah rukun warga (RW) kumuh dalam beberapa tahun terakhir.
Dari hasil pendataan terbaru, jumlah RW kumuh turun dari 445 RW pada 2017 menjadi 211 RW pada 2026.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyebut bahwa penurunan tersebut mencapai sekitar 52,58 persen.
Baca Juga: Tak Bebankan Dasawisma, Legislator Golkar Sardy Usul Penambahan PJLP untuk Kelola Sampah di Tiap RW
"Secara garis besar prinsipnya, ada penurunan RW kumuh dari 445 di tahun 2017 menjadi 211 di tahun ini. Penurunannya kurang lebih 52,58 persen," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Pramono mengapresiasi kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam melakukan pendataan tersebut.
Ia juga meminta agar proses verifikasi terus diperkuat agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
"Walaupun nanti ada sekitar 1.900 RW yang sebelumnya dianggap sudah tidak kumuh, saya juga setuju untuk lebih diperdalam. Karena bagaimanapun itu akan kita gunakan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat di Jakarta," ujarnya.
Kepala BPS Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa pendataan RW kumuh dilakukan dengan metode yang lebih komprehensif.
Selain survei lapangan, BPS juga memanfaatkan teknologi citra satelit untuk meningkatkan akurasi data.
Menurutnya, dari total 2.749 RW di DKI Jakarta, sebanyak 211 RW teridentifikasi sebagai wilayah kumuh berdasarkan hasil pendataan yang difinalisasi pada 2026.
"Pendataan ini merupakan kombinasi antara pendataan langsung di lapangan dan kalibrasi menggunakan citra satelit, sehingga hasilnya lebih akurat," ujar Amalia.
Ia menambahkan, kerja sama antara BPS dan Pemprov DKI Jakarta akan terus dilanjutkan, termasuk untuk melakukan verifikasi lanjutan terhadap sekitar 1.904 RW serta pendataan ruang terbuka hijau.
"BPS dengan DKI Jakarta akan melanjutkan kerjasama yang baik ini dan kami akan melanjutkannya dengan melakukan ada 1.904 RW yang kemudian akan kami overlay dengan hasil citra satelit untuk memastikan mana-mana RW yang juga masih perlu untuk dilakukan verifikasi," tambahnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





