Legislator Golkar Basri Baco Usul Pasar Modern Minim Sampah, Sayur Dijual Tanpa Akar hingga Buah Tanpa Kulit

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, mengusulkan konsep pasar basah modern minim sampah sebagai salah satu solusi mengurangi volume sampah harian di Jakarta.
Menurut Baco, selama ini penanganan sampah lebih banyak berfokus pada pengelolaan limbah yang sudah dihasilkan, bukan mengurangi potensi sampah sejak dari sumbernya.
Ia mencontohkan, banyak sampah rumah tangga berasal dari bagian bahan pangan yang sebenarnya tidak digunakan, seperti akar dan batang sayuran maupun kulit buah.
"Kita beli kangkung di pasar sama akar-akarnya sama batang-batangnya. Padahal yang dimasak mungkin hanya sepertiga. Akar dibuang, batang dibuang, itu jadi sampah," kata Baco dalam acara Forum Group Discussion (FGD) di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Karena itu, ia mendorong perubahan konsep pasar tradisional menjadi pasar basah modern dengan sistem distribusi pangan yang lebih efisien dan minim limbah.
Dalam konsep tersebut, produk pangan yang masuk ke Jakarta sudah melalui proses pembersihan di daerah asal produksi, sehingga bagian yang tidak terpakai tidak ikut terbawa ke ibu kota.
"Kalau ada pepaya mentah, maka yang dijual kulitnya sudah enggak ada. Jadi sampahnya tinggal di daerah asal, jangan dibawa ke Jakarta," ujarnya.
Baco menyebut, pola seperti itu dapat diterapkan untuk berbagai komoditas sayur dan buah yang selama ini menjadi penyumbang sampah organik cukup besar di Jakarta.
Sekretaris DPD Golkar DKI itu mengatakan, upaya pengurangan sampah dari hulu penting dilakukan mengingat kondisi sampah di Jakarta sudah semakin mengkhawatirkan.
Selain pengelolaan dan teknologi pengolahan sampah, menurutnya pengurangan volume sampah sejak awal juga harus menjadi perhatian pemerintah.
"Jadi selain bagaimana mengatasi sampah dan mengelola sampah, kita juga harus mikir bagaimana cara mengurangi sampah tersebut," tutur Baco.
Ia menambahkan, berbagai gagasan terkait pengurangan sampah itu diharapkan dapat menjadi masukan bagi Panitia Khusus (Pansus) Sampah DPRD DKI Jakarta yang saat ini tengah menyusun rekomendasi kebijakan pengelolaan sampah di ibu kota. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







