Gubernur Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT Velodrome-Manggarai Jadi Prioritas, Target Beroperasi Agustus 2026

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelesaian proyek perpanjangan LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai. Jalur tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Agustus 2026.
Pernyataan itu disampaikan Pramono menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait percepatan proyek yang dikhawatirkan dapat mengurangi standar keamanan.
"Keamanan untuk LRT, MRT, itu top priority," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Ia menegaskan, target operasional pada Agustus bukan berarti proyek dikerjakan secara tergesa-gesa. Menurutnya, seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Walaupun dikebut, sebenarnya bukan dikebut, karena memang harus selesai pada bulan Agustus nanti sudah full operasi," katanya.
Mantan Sekretaris Kabinet RI itu menjelaskan, saat ini proyek telah memasuki tahap commissioning atau uji coba sistem.
Pada fase ini, operator menguji berbagai aspek teknis, mulai dari jumlah rangkaian kereta hingga pengaturan headway atau jarak waktu antar kereta.
"Yang namanya commissioning itu kan uji coba. Dalam uji coba ada yang rangkaiannya berapa, headway-nya berapa, itulah yang dilakukan sekarang," ucapnya.
Diketahui, PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) memulai rangkaian uji coba jalur (Testing and Commissioning/T&C) pada sistem LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai sepanjang 3,6 Kilometer di Jakarta, Kamis, 30 April 2026. Uji coba untuk memastikan aspek teknis LRT siap digunakan.
"Tahapan T&C ini kami lakukan secara mendetail untuk memastikan seluruh aspek teknis LRT Jakarta Fase 1B benar-benar siap dan aman untuk nantinya digunakan masyarakat dalam mobilitas sehari-hari," ujar Direktur PT Jakpro Iwan Takwin dikutip dari Antara, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, tahapan T&C dilakukan secara rinci. Sehingga, seluruh sistem benar-benar siap digunakan masyarakat.
Iwan menjelaskan testing and commissioning merupakan tahapan yang tidak dapat dilewati dalam pembangunan sistem perkeretaapian modern.
Proses ini mencakup serangkaian pengujian sistematis dan terstruktur terhadap seluruh komponen dan subsistem sebelum operasional komersial dimulai, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Austria di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Dardanet Balas Kekalahan?
- 2Catat! 12 Spot Nobar Gratis Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Tangerang Raya, Cek Lokasinya Di Sini
- 3Prediksi Skor Azerbaijan vs Lithuania di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Malta vs Andorra di UNL, 4 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Dominasi?
- 5Info Lokasi Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di Jakarta - Bandung, Cek di Sini!
- 6Prediksi Skor Belanda vs Serbia di UNL, 5 Oktober 2026: Oranje Incar Kemenangan Kedua
- 7Prediksi Skor Portugal vs Norwegia di UNL, 5 Oktober 2026: Duel Seru di Porto
- 8Prediksi Skor Yunani vs Jerman di UNL, 5 Oktober 2026: Mampukah Pasukan Klopp Membalas Kekalahan?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





