Legislator Golkar Syafi Fabio Soroti Penanganan Aset Fasos-Fasum, Minta Target dan Hasil Konkret

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Syafi Fabio Djohan, menyoroti pengelolaan aset fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang belum diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Panitia Khusus (Pansus) Percepatan Penyerahan Aset Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum) bersama jajaran eksekutif di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (8/6/2026).
Dalam rapat tersebut, Syafi mempertanyakan target pengamanan aset yang belum berada dalam penguasaan pemerintah daerah pada tahun 2026.
Menurutnya, aset yang belum diserahkan belum dapat dianggap benar-benar berada dalam penguasaan Pemprov DKI Jakarta.
Ia meminta penjelasan mengenai jumlah target aset yang dapat diamankan sepanjang tahun berjalan, sekaligus pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pencapaian target tersebut.
"Jadi pertanyaannya adalah, dari seluruh aset yang belum diserahkan, berapa target aset yang akan atau dapat diamankan dalam tahun 2026 ini? Dan siapa saja yang bertanggung jawab terhadap pencapaian target tersebut?," kata Syafi.
Selain itu, ia menilai pembahasan dalam rapat sebelumnya telah cukup banyak mengulas berbagai kendala dan persoalan teknis. Karena itu, ia menegaskan perlunya fokus pada langkah dan capaian yang lebih nyata.
"Kami tidak ingin setiap kali rapat hanya menerima penjelasan mengenai kendala. Rapat-rapat sebelumnya sudah cukup membahas kendala," tuturnya.
Ia juga meminta agar jajaran terkait menyampaikan hasil konkret yang telah dicapai dari berbagai kesepakatan yang sebelumnya dibahas. Menurutnya, laporan yang disampaikan tidak hanya berisi rencana atau proses, tetapi juga pencapaian yang telah terealisasi.
Syafi meminta sedikitnya tiga hasil konkret yang telah berhasil diwujudkan hingga saat ini untuk dipaparkan dalam rapat.
"Dan kedepannya nih langkah konkretnya yang akan dicapai itu apa aja? Jadi 1, 2, 3 yang lengkap gitu loh, yang secara detail," ujarnya.
Tak hanya itu, Anggota Komisi C itu juga mendorong penyampaian langkah-langkah lanjutan yang akan dilakukan secara rinci.
Menurutnya, paparan yang lebih detail akan membantu memastikan tindak lanjut yang jelas dalam proses pengamanan aset fasos dan fasum.
Syafi menilai data terkait persoalan tersebut pada dasarnya telah cukup tersedia. Yang dibutuhkan saat ini, menurut dia, adalah langkah yang lebih tegas dalam pelaksanaannya.
"Kalau saya lihat datanya sudah lumayan cukup lengkap, cuma butuh keberanian untuk bertindak saja," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 3Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 4Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di UNL, 25 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Seret Gol
- 5Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 6Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Namibia vs Republik Kongo di Kualifikasi Piala Afrika, 24 September 2026: Duel Sengit di Botswana
- 8Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di UNL, 25 September 2026: Erling Haaland Berpeluang Putus Dominasi Tim Tamu
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







