Serap Lebih dari 1 Ton Sampah Tiap Pekan, Pramono Dukung RW 07 Joglo Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mendukung RW 07 Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, sebagai percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Wilayah ini dinilai berhasil membangun sistem pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber yang mampu menyerap lebih dari satu ton sampah anorganik setiap pekan.
Ia juga mengapresiasi konsistensi warga yang sejak 2017 membangun ekosistem pengelolaan sampah secara mandiri dan terintegrasi.
"RW 07 Joglo telah memiliki ekosistem pengelolaan sampah yang lengkap, mulai dari Bank Sampah Siwali, Rumah Kompos, Rumah Eco Enzyme, Rumah Maggot, hingga Kebun Sayur Sehat yang saling terintegrasi," ujar Pramono saat meninjau RW 07 Joglo, pada Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: Ingin Naik TransJakarta Gratis saat HUT Jakarta? Simak Panduan Mudah untuk Pemula
Menurutnya, praktik pengelolaan sampah di RW 07 Joglo sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang mendorong pemilahan dan pengolahan sampah langsung dari sumber. Pola ini penting untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir.
Sejak 1 Juni 2026, RW 07 Joglo menerapkan sistem pengangkutan sampah terpilah. Sampah organik diangkut setiap hari, residu dua kali sepekan, sampah anorganik sekali sepekan, dan minyak jelantah sebulan sekali.
"Hasilnya cukup baik. Bank Sampah Siwali kini mampu menyerap lebih dari satu ton sampah anorganik setiap minggu sehingga mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir," tutur politikus PDIP itu.
Selain sampah anorganik, warga juga rutin mengolah sampah organik. Setiap hari, sekitar 400 kilogram sampah organik terkumpul atau setara 12 ton per bulan. Dari jumlah itu, sekitar 90 persen diolah menjadi kompos, eco enzyme, dan pakan maggot.
Pengelolaan sampah tersebut juga memberi manfaat ekonomi dan lingkungan. Rumah Kompos menghasilkan 100–200 ember kompos per bulan. Rumah Eco Enzyme memproduksi sekitar 200 liter eco enzyme per minggu.
Sedangkan budidaya maggot menghasilkan 126 kilogram per bulan, dan Kebun Sayur Sehat memanen 80–100 kilogram sayuran setiap bulan.
"Keberhasilan RW 07 Joglo membuktikan pengelolaan sampah dari sumber dapat berjalan efektif jika didukung partisipasi warga. Model seperti ini akan terus kami dorong dan diterapkan di wilayah lain," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





