Gubernur Pramono Bantah Semua Tarif Transjabodetabek Bakal Naik hingga Rp 15 Ribu, Ini Kriterianya!

AKURAT JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meluruskan informasi yang beredar terkait rencana penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek.
Ia menegaskan tidak semua rute akan mengalami kenaikan tarif hingga Rp10.000 sampai Rp15.000 seperti yang ramai diperbincangkan.
Menurut Pramono, penyesuaian tarif memang sedang dikaji, terutama untuk sejumlah koridor dengan jarak tempuh panjang dan biaya operasional yang lebih tinggi.
Baca Juga: Jangan Panik, Ini 10 Cara Bertahan di Rumah Saat Listrik Padam Selama Berjam-jam
Namun, besaran kenaikannya tidak akan diberlakukan secara seragam pada seluruh layanan Transjabodetabek.
"Saya ingin meluruskan. Seakan-akan Transjabodetabek itu akan naik Rp10.000 sampai Rp15.000 jadinya. Memang akan mengalami penyesuaian harga, terutama beberapa ruas yang panjang," ujar Pramono kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, beberapa rute memerlukan biaya tambahan karena terdapat komponen operasional tertentu, seperti penggunaan area parkir di sejumlah titik layanan.
"Misalnya yang ke Soekarno-Hatta itu ada tiga tempat parkir. Setiap parkir kan tidak ada yang gratis di Jakarta ini. Nah itu pasti ada tambahan. Kemudian juga yang ke Bogor. Tetapi tidak semua Transjabodetabek kenaikannya akan tinggi," katanya.
Mantan Sekretaris Kabinet RI itu memastikan Pemprov DKI tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam menetapkan tarif baru.
Karena itu, kebijakan subsidi transportasi publik akan tetap dipertahankan bahkan diperluas untuk kelompok masyarakat tertentu.
"Bagaimanapun, sebagai gubernur, saya juga mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam kondisi yang seperti ini," katanya.
Lebih lanjut, Pramono menegaskan bahwa besaran tarif baru masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan dalam waktu dekat.
"Nanti pada saatnya, dalam waktu dekat ini kami umumkan," katanya.
Sebelumnya, Pramono membuka peluang penyesuaian atau kenaikan tarif sejumlah rute Transjabodetabek, termasuk rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.
Baca Juga: HUT Jakarta ke-499 Hadirkan MRT Gratis, Begini Cara Naiknya untuk Pemula
Ia mengatakan, evaluasi dilakukan karena beban subsidi yang diberikan pemerintah dinilai terlalu besar.
"Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian karena memang subsidinya terlalu besar," kata Pramono di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026) lalu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe di UNL, 29 September 2026: Duel Ketat Minim Gol di Chisinau
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







