Kuota Sekolah Swasta Gratis DKI Menyusut Jadi 103, Legislator Golkar Ramly HI Minta Pemprov Evaluasi

AKURAT JAKARTA - Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, mempertanyakan berkurangnya jumlah sekolah swasta yang masuk dalam program sekolah gratis Pemprov DKI Jakarta.
Menurutnya, usulan yang sebelumnya mencapai 258 sekolah kini hanya tersisa 103 sekolah yang terealisasi.
Hal itu disampaikan Ramly dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta saat membahas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P2-APBD), Selasa (23/6/2026).
Ramly mengungkapkan bahwa DPRD telah berulang kali menyampaikan usulan agar sebanyak 258 sekolah swasta dapat masuk dalam program sekolah gratis. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah sekolah yang diterima justru terus berkurang.
"Kemarin itu kita usulkan 258 sekolah, yang diterima 106, tiba-tiba mundur tinggal 103," kata Ramly dalam rapat tersebut.
Ia juga menyoroti besarnya anggaran yang dialokasikan untuk Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta. Menurutnya, dari total anggaran sebesar Rp11,6 triliun, realisasi penggunaannya hanya sekitar Rp10,5 triliun sehingga masih menyisakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) sekitar Rp1,1 triliun.
Ramly mempertanyakan mengapa sisa anggaran tersebut tidak dimanfaatkan untuk memperluas cakupan program sekolah swasta gratis yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
"Anggaran yang diberikan kepada Dinas Pendidikan Rp11,6 triliun, yang terpakai hanya Rp10,5 triliun. Masih ada sisa Rp1,1 triliun. Kenapa tidak dipergunakan kepada sekolah gratis yang jumlahnya 258?," tuturnya.
Menurutnya, berkurangnya jumlah sekolah yang masuk program tersebut perlu menjadi perhatian bersama, mengingat banyak anggota DPRD telah menyampaikan harapan masyarakat terkait perluasan akses pendidikan gratis melalui sekolah swasta.
Anggota Komisi E DPRD DKI itu menilai masih terdapat selisih 155 sekolah yang belum terakomodasi dari target awal 258 sekolah.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut dan mempertimbangkan penambahan jumlah sekolah penerima manfaat pada pembahasan anggaran berikutnya.
"Kenapa yang turun hanya 103? Ini koreksi buat kita. Makanya sisa berapa? 155 untuk mencapai 258," katanya.
Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali melaksanakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027.
Selain sekolah negeri, Pemprov DKI Jakarta juga menggandeng 103 sekolah swasta dalam SPMB kali ini. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 8Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








