Legislator Golkar Ramly HI Usul Boarding School Khusus Anak Miskin di Lima Wilayah Jakarta

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, mengusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun boarding school atau sekolah berasrama khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin di lima wilayah kota administrasi Jakarta.
Usulan tersebut disampaikan Ramly dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta saat membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2-APBD), beberapa waktu lalu.
Menurutnya, keberadaan sekolah berasrama dapat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang kesulitan memperoleh lingkungan belajar yang layak.
"Yang kita butuhkan di Jakarta adalah boarding school yang sudah disampaikan oleh Ketua Komisi E. Boarding school yang seperti apa itu? Sekarang Jakarta baru hanya satu boarding school yaitu di Ciracas, PKBM," kata Ramly.
Ia mengusulkan agar Pemprov DKI menghadirkan boarding school sebagai program unggulan yang tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan.
"Boarding school buat orang miskin. Anak orang miskin ini juga bukan harus boarding school, tetapi dia tidak bisa belajar dengan baik; makan tidak bergizi, tidur tidak punya tempat, buku tidak ada, lampu tidak ada," ujarnya.
Menurut Ramly, keberadaan sekolah berasrama bukan hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga menjamin kebutuhan dasar peserta didik, mulai dari tempat tinggal, makanan bergizi hingga fasilitas belajar yang memadai.
Ia menilai konsep tersebut dapat menjadi ciri khas kebijakan pendidikan Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung.
"Makanya Pak Gubernur kita bikin boarding school Pemprov DKI Jakarta, boarding school anak orang miskin," ucapnya.
Selain mendorong pembangunan boarding school, Ramly juga menyinggung pentingnya Sekolah Rakyat yang diprioritaskan bagi anak-anak putus sekolah.
Menurutnya, program tersebut perlu dilengkapi dengan pendidikan berasrama agar siswa dari keluarga miskin dapat belajar secara optimal tanpa terbebani persoalan ekonomi di rumah.
"Sekolah Rakyat ini diutamakan kepada murid yang putus sekolah. Murid yang putus sekolah kita sudah siapkan tentang Paket A, Paket B, Paket C," tuturnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UNL, 28 September 2026: Duel Penentu Kemenangan Kedua di Yerevan
- 2Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 3Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UNL, 28 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit di Tbilisi?
- 4Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 5Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 6Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 7Prediksi Skor Latvia vs Siprus di UNL, 28 September 2026: Duel Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 8Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UNL, 28 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Ingin Bangkit
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








