Legislator Golkar Alia Laksono Terima Keluhan Data Desil Bansos dalam Reses, Warga Minta Pendataan Lebih Akurat

AKURAT JAKARTA – Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono, menerima keluhan warga dalam kegiatan Reses Ke-III Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 mengenai perubahan data desil pada sistem pengecekan bantuan sosial (bansos).
Dalam dialog bersama warga, sejumlah masyarakat mengaku data desil yang tercantum tidak sesuai dengan kondisi ekonomi mereka saat ini.
Akibatnya, sebagian warga kehilangan kesempatan memperoleh bantuan sosial meski merasa layak menjadi penerima.
Baca Juga: Legislator Golkar Alia Noorayu Minta Pemprov DKI Susun Roadmap Pemenuhan CCTV di Jakarta
Salah seorang warga mengaku dirinya masuk kategori desil 6 hingga 10, padahal tidak memiliki pekerjaan dan hanya berstatus sebagai ibu rumah tangga.
"Permasalahannya, itu masuk dalam desil 6. Datanya saya dinyatakan desil 6 sampai 10, sementara saya tidak bekerja, ibu rumah tangga," ujar warga dalam forum reses.
Warga lainnya juga menyampaikan kondisi ekonomi keluarganya menurun, namun tetap tercatat pada desil 6 sehingga tidak memperoleh bantuan sosial.
Menanggapi hal tersebut, Alia menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang saat ini dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki tujuan untuk mengumpulkan data kegiatan usaha dan kondisi perekonomian nasional, bukan untuk menentukan status penerima bantuan sosial.
"Nah saat ini Badan Pusat Statistik atau BPS sedang melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Jadi jika petugas BPS mampir ke rumah atau ke tempat usahanya Bapak/Ibu, pastikan petugas membawa kartu identitas resmi dan surat tugas," kata Alia.
Ia menjelaskan, data yang dihimpun melalui Sensus Ekonomi digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi pemerintah.
"Jadi ikut Sensus Ekonomi bukan berarti otomatis membuat seseorang masuk atau keluar dari daftar penerima bantuan sosial," ujarnya.
Alia menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan warga, khususnya terkait ketidaksesuaian data desil pada sistem bansos, akan menjadi catatan penting untuk diteruskan kepada instansi terkait.
Menurutnya, masyarakat berharap proses pendataan dapat dilakukan secara lebih akurat agar mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.
Dengan demikian, bantuan sosial dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 2Prediksi Skor Sunderland vs Brighton di Premier League, 10 Oktober 2026: Akankah Peforma Apik The Seagulls Tambah Derita Tuan Rumah?
- 3Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 4Prediksi Skor Ipswich Town vs Fulham di Premier League, Sabtu 10 Oktober 2026: Mampukah The Tractor Boys Memutus Rekor Buruk?
- 5Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 6Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 7Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






