Jakarta

Legislator Golkar Farah Savira Minta Pentas Seni di Setu Babakan Tak Hanya Digelar Saat HUT Jakarta

Laode Akbar | 25 Agustus 2026, 02:22 WIB
Legislator Golkar Farah Savira Minta Pentas Seni di Setu Babakan Tak Hanya Digelar Saat HUT Jakarta
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira

AKURAT JAKARTA – Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, mendorong kegiatan seni dan budaya di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, digelar secara rutin dan tidak hanya mengandalkan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta.

Farah menilai antusiasme masyarakat terhadap kegiatan seni budaya di Setu Babakan cukup tinggi. Hal itu terlihat dari ramainya warga yang menghadiri kegiatan yang digelar di kawasan tersebut.

"Kemarin alhamdulillah acaranya bagus sekali, ada Mandranya, ada Bang Opie Kumis, bagus banget. Nah, jauh dari Cengkareng tadi, Jagakarsa soalnya. Jadi senang sekali semoga nggak cuma nunggu perayaan HUT Jakarta ya kita bikin sering-sering di sana," kata Farah dalam Rapat Komisi E DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Jalankan Fungsi Pengawasan Pelaksanaan Perda, Legislator Golkar Alia Laksono Bantu Warga Atasi Masalah Data Kependudukan

Menurut Farah, kegiatan tersebut bahkan mendapat respons positif dari masyarakat yang datang dari berbagai wilayah.

Karena itu, dia menilai momentum tersebut perlu dijadikan dorongan untuk memperbanyak agenda seni dan budaya di Setu Babakan.

"Bagus sekali dan itu penuh banget, bagus banget," ujarnya.

Farah mengusulkan kegiatan seni budaya berskala besar dapat digelar secara berkala, misalnya setiap tiga bulan sekali.

Menurutnya, kegiatan rutin dapat meningkatkan minat masyarakat sekaligus menjadi sarana promosi budaya Betawi.

"Saya harap kegiatan seperti itu dibuat rutin, animonya sudah ada, bahkan mereka datang dari jauh-jauh kemarin ya nggak cuma dari Jagakarsa," tutur Farah.

"Jadi dibikin serajin mungkin, ya nggak usah sebulan sekali lah mungkin tiga bulan sekali bikin yang besar supaya peminatnya juga nambah karena itu kan salah satu promosi budaya Betawi," sambungnya.

Farah juga mengapresiasi proses persiapan kegiatan sebelumnya yang disebut membutuhkan waktu cukup panjang, termasuk proses kurasi.

Menurut dia, kualitas penyelenggaraan perlu dipertahankan agar kegiatan budaya di Setu Babakan mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y