Jakarta

Di Depan Presiden Prabowo, Gubernur Pramono Minta Danantara Ikut Biayai Proyek Lanjutan LRT

Laode Akbar | 16 September 2026, 15:28 WIB
Di Depan Presiden Prabowo, Gubernur Pramono Minta Danantara Ikut Biayai Proyek Lanjutan LRT
Gubernur Pramono saat peresmian LRT Jakarta Fase 1B rute Kelapa Gading-Manggarai. (Youtube/Sekretariat Presiden)

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta Presiden Prabowo Subianto menugaskan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk ikut membantu pembangunan lanjutan LRT Jakarta.

Permintaan tersebut disampaikan Pramono saat memberikan sambutan dalam acara peresmian LRT Jakarta Fase 1B rute Kelapa Gading-Manggarai, Rabu (16/9/2026).

Dalam sambutannya, Pramono mengatakan, Pemprov DKI berencana melanjutkan pembangunan jaringan LRT Jakarta setelah jalur Kelapa Gading-Manggarai beroperasi.

Baca Juga: Catat Waktunya! HUT Ke-81 TNI Sajikan Naval Parade 102 KRI dan Defile 520 Alutsista

"Kami akan melanjutkan LRT ini dari Kelapa Gading sampai dengan JIS, kemudian dari Velodrome sampai dengan Whoosh kereta cepat," kata Pramono di hadapan Prabowo.

Pramono kemudian secara khusus meminta dukungan Danantara untuk membantu merealisasikan rencana tersebut.

"Bapak Presiden akan lebih menggembirakan kalau kemudian Bapak tugaskan Danantara juga ikut membantu kami, Pak," ujarnya.

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan LRT Jakarta Fase 1B Kelapa Gading-Manggarai dibangun oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai BUMD DKI Jakarta dengan menggunakan dana APBD.

Lintasan LRT tersebut memiliki panjang 12,2 kilometer dengan nilai investasi mencapai Rp12,1 triliun. Dalam satu trainset, LRT Jakarta dapat mengangkut hingga 270 penumpang.

Baca Juga: Sindikat Jakarta-Surabaya-Lombok, Sabu 5,4 Kg Dimasukan ke Ban Serep

Pramono memperkirakan LRT Kelapa Gading-Manggarai nantinya dapat melayani sekitar 80.000 penumpang setiap harinya.

Ia mengatakan, pembangunan dan pengembangan transportasi publik dilakukan untuk memperkuat konektivitas Jakarta sekaligus meningkatkan produktivitas dan aktivitas ekonomi.

Menurut Pramono, konektivitas transportasi di Jakarta saat ini telah mencapai 93%.

Ia juga menyebut jumlah masyarakat yang menggunakan transportasi publik meningkat sekitar 15% setiap tahunnya selama dua tahun terakhir.

"Sehingga dengan demikian, walaupun masih ada kemacetan pasti, tapi masyarakat di Jakarta merasakan bahwa sekarang ini jauh lebih mudah untuk menggunakan transportasi umum," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.