Jakarta

Soroti 15 Sinergi Strategis Pemprov DKI, Politisi Golkar Tekankan Pentingnya Eksekusi Nyata

Laode Akbar | 12 Oktober 2026, 19:38 WIB
Soroti 15 Sinergi Strategis Pemprov DKI, Politisi Golkar Tekankan Pentingnya Eksekusi Nyata
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat kolaborasi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perangkat daerah melalui penandatanganan 15 dokumen kerja sama strategis.

Menurut Baco, kerja sama tersebut menjadi kemajuan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas bagi masyarakat Jakarta.

"Jadi, acara tadi itu bagus sekali. Ada kemajuan yang berarti terkait dengan kerja sama antara BUMD dengan BUMN, antar-BUMD dengan BUMD, dan antar-BUMD dengan SKPD atau OPD," kata Baco usai acara penandatanganan kerja sama di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (12/10/2026).

Baca Juga: Legislator Golkar Ramly HI Kritik Dishub DKI, Sebut Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Gagal Total

Ia menilai berbagai kolaborasi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta memiliki tujuan utama untuk memperbaiki pelayanan publik dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Banyak hal yang tadi disampaikan sama Pak Gubernur yang intinya adalah perbaikan, perbaikan yang tujuannya bagaimana meningkatkan pelayanan dan fasilitas untuk rakyat Jakarta," ujar Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta itu.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memperkuat kolaborasi lintas badan usaha dan perangkat daerah melalui penandatanganan 15 dokumen kerja sama strategis.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari transportasi publik, kesehatan, perumahan, infrastruktur digital, pengelolaan air limbah, hingga pengembangan kawasan berorientasi transit.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa berbagai kesepakatan tersebut harus segera direalisasikan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Hari ini ada 15 dokumen kerja sama yang ditandatangani, mencakup kolaborasi BUMD, BUMN, dan perangkat daerah serta antar-BUMD. Ini bukan sekadar seremoni, tanda tangannya atau kerja samanya, tetapi realisasinya, karena ini merupakan bagian upaya mempercepat pembangunan dan pelayanan publik," kata Pramono.

Salah satu kerja sama strategis tersebut adalah pembiayaan elektrifikasi armada Transjakarta senilai Rp5,07 triliun untuk 3.782 unit bus dan Mikrotrans dalam tiga tahun ke depan.

Program ini diarahkan untuk mempercepat penggunaan transportasi publik berbasis energi rendah karbon sekaligus mendukung pengendalian polusi udara di Jakarta.

Selain itu, Bank Jakarta menjalin kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk pembiayaan pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas senilai Rp220 miliar.

Pemprov DKI Jakarta juga mendorong pengembangan lahan, properti, dan kawasan berorientasi transit di sekitar jalur MRT dengan nilai kerja sama mencapai Rp396 miliar.

"Ada juga pengembangan lahan, properti dan kawasan berorientasi transit di sekitar jalur MRT dengan nilai Rp396 miliar," ujar Pramono. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y