Jakarta

Tawuran Manggarai Kembali Pecah Kemarin, Gubernur Pramono Setujui Bangun Posko Bersama

M Rahman Akurat | 19 Oktober 2026, 15:02 WIB
Tawuran Manggarai Kembali Pecah Kemarin, Gubernur Pramono Setujui Bangun Posko Bersama
Tawuran kembali pecah di Manggarai, Jakarta Selatan. (Threads)

AKURAT JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyetujui untuk membangun posko bersama imbas tawuran antarkelompok pemuda di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (18/10/2026).

Ia menyebut, sebanyak enam orang telah ditangkap dalam kejadian tersebut. Penangkapan tersebut dilakukan setelah tawuran yang dipicu aksi saling provokasi dan penggunaan petasan itu berujung pada pembakaran sebuah warung.

"Sampai dengan tadi malam ada enam orang yang kemudian ditangkap karena dianggap memprovokasi dan melakukan tindakan tawuran yang berlebihan," kata Pramono di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026).

Baca Juga: Wahyu Hidayat Pimpin Golkar Jakut 2025-2030, Basri Baco Harap Bawa Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

Pramono mengatakan, aparat kepolisian, TNI, dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan langsung turun ke lapangan saat bentrokan terjadi.

Ia juga telah berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, untuk menangani persoalan tersebut.

Menurut Pramono, aksi tawuran tersebut bermula dari saling provokasi antara dua kelompok pemuda. Situasi kemudian memanas hingga terjadi pembakaran petasan dan bentrokan.

"Yang pertama untuk tawuran, kebetulan begitu tawuran terjadi, memang ini apa, saling memprovokasi dua kelompok pemuda kemudian bakar-bakar petasan dan sebagainya sehingga kemudian terjadi tawuran," ujarnya.

Pramono menyayangkan tawuran di Manggarai masih kembali terjadi. Padahal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebelumnya telah memenuhi permintaan para pemuda setempat untuk membangun fasilitas publik bagi kegiatan olahraga.

Baca Juga: Secara Dramatis Persita Taklukkan Macan Kemayoran, Zaki Iskandar: Alhamdulillah Tiga Poin

Fasilitas tersebut dibangun melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

"Padahal di tempat itu sesuai dengan pada waktu kunjungan saya ke sana, mereka minta untuk dibangunkan fasilitas publik untuk olahraga dan sudah kita lakukan itu dari CSR yang ada. Tetapi sampai hari ini tawuran itu masih ada," tutur Pramono.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.