Jakarta

Refleksi HUT ke-62 Golkar, Farah Savira Tekankan Aksi Nyata dan Empati kepada Warga Jakarta

Laode Akbar | 23 Oktober 2026, 12:57 WIB
Refleksi HUT ke-62 Golkar, Farah Savira Tekankan Aksi Nyata dan Empati kepada Warga Jakarta
Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira.

AKURAT JAKARTA – Ketua DPD Partai Golkar Jakarta Selatan sekaligus Anggota DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menekankan pentingnya kerja nyata dan kepedulian sosial dalam memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar.

Farah menyebut, peringatan HUT Golkar di Jakarta Selatan menjadi momentum bagi para kader untuk berkumpul dan melakukan refleksi tanpa perayaan yang berlebihan.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk empati terhadap kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok hingga ancaman krisis iklim.

Baca Juga: Peringati HUT ke-62 Golkar, Wantim Jojo Wahab Targetkan Penambahan Kursi Legislatif Jakarta di Pemilu 2029

"Kami menangkap dan merasakan betul suasana kebatinan masyarakat yang sedang tidak mudah di tengah himpitan kenaikan harga kebutuhan pokok, dinamika energi, hingga ancaman nyata krisis iklim," ujar Farah dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).

Ia menilai, perayaan terbaik bagi partai politik bukan terletak pada kemewahan acara, melainkan pada keberadaan dan kontribusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Farah mengatakan, komitmen tersebut diwujudkan melalui tiga pilar gerakan, yakni aksi tanggap kemanusiaan, pengawalan aspirasi dan kebijakan pro-rakyat, serta pembinaan kader berbasis empati.

Pada pilar pertama, Golkar Jakarta Selatan berkomitmen membantu masyarakat yang terdampak bencana, khususnya musibah kebakaran dan banjir di wilayah Jakarta Selatan.

Sementara itu, melalui pilar pengawalan aspirasi dan kebijakan pro-rakyat, Farah menyebut Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta terus berupaya menjembatani aspirasi warga sekaligus mengawal pembangunan kota demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial, Golkar Jakarta Selatan menyoroti keberlanjutan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pengawasan program Sekolah Swasta Gratis, serta perbaikan fasilitas sekolah yang ramah disabilitas dan aman dari kebakaran.

Selain itu, transparansi penyaluran bantuan sosial, termasuk Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dan Kartu Anak Jakarta (KAJ), turut menjadi perhatian.

Dalam aspek penguatan ekonomi warga, Farah menyatakan pihaknya mendorong digitalisasi pendapatan daerah yang tetap ramah bagi masyarakat kecil. Penguatan skema pembiayaan kreatif dan pendampingan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga dinilai penting untuk mendukung Jakarta sebagai kota global.

Di sektor infrastruktur dan lingkungan, Golkar Jakarta Selatan menyoroti percepatan perluasan transportasi massal, seperti MRT dan LRT, serta pengerukan sungai dan embung untuk mendukung penanggulangan banjir.

Penataan permukiman yang humanis dan perluasan ruang terbuka hijau (RTH) juga masuk dalam agenda yang ingin dikawal untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.

Sementara di bidang kesehatan dan keamanan, Farah menekankan pentingnya meningkatkan aksesibilitas rumah sakit umum daerah (RSUD) dan fasilitas kesehatan berbasis komunitas.

Ia juga mendorong integrasi kamera pengawas atau CCTV secara real-time di permukiman warga guna meningkatkan keamanan lingkungan.

Pilar ketiga, yakni pembinaan kader berbasis empati, diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai DNA Kekaryaan dan kepekaan sosial di kalangan kader Golkar.

Farah berharap setiap kader mampu menjadi pribadi yang tanggap terhadap kesulitan masyarakat, termasuk persoalan yang dihadapi tetangga dan lingkungan sekitarnya.

"Pekerjaan rumah Jakarta masih banyak, dan perjuangan ini belum usai," tuturnya.

Anggota Komisi E itu menegaskan, Golkar Jakarta Selatan berkomitmen mengoptimalkan potensi dan amanah yang dipercayakan kepada partai untuk mengabdi kepada kepentingan rakyat.

Farah pun menekankan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus diwujudkan melalui kerja tulus dan berkelanjutan, bukan semata-mata untuk mendapatkan perhatian publik.

"Bekerja tulus, melampaui hiruk-pikuk pemberitaan dan media sosial," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y