Jakarta

Dibangun Tanpa Pakai Uang Negara, JPM Dukuh Atas Tuai Pujian dan Apresiasi

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 13 September 2023, 19:41 WIB
Dibangun Tanpa Pakai Uang Negara, JPM Dukuh Atas Tuai Pujian dan Apresiasi

AKURAT.CO - Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, menyebutkan bahwa pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas tidak menggunakan uang negara, baik Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Pembangunan jembatan ini tidak menggunakan APBD atau APBN. Kita melakukan kerja sama dengan pihak swasta sehingga terbangun jembatan yang akan dimanfaatkan untuk mobilitas masyarakat pengguna transportasi," katanya saat peresmian JPM Dukuh Atas, Rabu (13/09/2023).

Tuhiyat menuturkan, pembangunan JPM Dukuh Atas sudah diintrusikan sejak 2021 silam. JPM ini dibangun dengan panjang lebih 200 meter dengan luas lebih dari 2.000 meter.

Baca Juga: Luar Biasa! Pertama di Banten, Pemkab Tangerang Raih Sertifikat ISO 37001:2016

"Pembangunan berdasarkan instruksi Kementerian Perhubungan pada 7 Januari 2021 silam kepada MRT Jakarta dan PT KAI, yang kemudian ditugaskan lebih lanjut kepada PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek," kata Tuhiyat.

"JPM Dukuh Atas dibangun sejak 2021, memiliki luas 2.350 meter dengan panjang dari LRT Jabodebek sampai stasiun KAI Sudirman itu mencapai 230 meter," tambahnya.

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi pun memberikn apresiasi akan hal itu. Sebab, bukan hal yang mudah membangun suatu project tanpa menggunakan uang negara.

Apalagi, JPM Dukuh Atas ini dibangun untuk integrasi dan konektivitas dengan beberapa moda transportasi.

"Saya sebenernya merinding, apa yang kita pikirkan itu dilaksanakan dengan cerdas dengan Pak Gubernur. Tidak mudah. Karena instruksi Presiden tidak boleh pakai APBN, nggak boleh pakai APBD," ujarnya.

Baca Juga: Ini Olahraga Populer di Kalangan Gen Z

"Ini dilaksanakan bagus dan fungsional. Dan yang namanya konektivitas antar moda itu harus dilakukan. Tidak mungkin kita bangun angkutan masal tapi tidak ada antar moda. Tidak ada first mile dan last mile. Jadikanlah tempat ini life style, jadi contoh," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono berharap, ke depannya JPM Dukuh Atas dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan tetap dijaga.

"Saya hanya titip dua. Pertama aset ini adalah aset kita semuanya, untuk tetap dijaga. Begitu juga untuk dijaga kebersihannya dan semoga yang menggunakan ini semakin bertambah," ujar Heru.

Baca Juga: Kabareskrim: Kita Miskinkan Bandar Narkoba, Ambil Semua Asetnya

"Dan ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya. Misalnya Sabtu-Minggu, mereka bisa melakukan kegiatan komunikasi, anak muda sambil menunggu menuju LRT ataupun kereta api cepat," tutupnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.