Jakarta

Turki Boikot Coca-Cola dan Nestle, Bagaiman dengan Indonesia?

Ainun Kusumaningrum | 9 November 2023, 11:27 WIB
Turki Boikot Coca-Cola dan Nestle, Bagaiman dengan Indonesia?

AKURAT JAKARTA - Secara tegas Parlemen Turki boikot produk Coca-Cola dan Nestle karena mendukung Zionis Israel. Bagaimana dengan Indonesia?

Produk Coca-Cola dan Nestle ditarik dari restoran-restoran di Turki karena mendukung Israel

Ketua Parlemen Turki, Numan Kurtulmus, membuat keputusan tersebut untuk mendukung kepekaan publik terkait pemboikotan produk-produk perusahaan yang secara terbuka menyatakan dukungan ke Israel.

Baca Juga: Daftar Produk Israel yang Dijual di Indonesia, Jadi Target Boikot Internasional

Lalu warga Indonesia juga dilihat dari media sosial, gencar mendukung boikot produk Israel atau pro Israel.

Bagaimana dengan pemerintah Indonesia? Kementerian Perindustrian memahami munculnya seruan boikot produk-produk yang diduga terafiliasi dengan Israel.

Plt Sekretaris Jenderal Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan  pihaknya ingin memposisikan diri sebagai pelaku pembina industri nasional.

Baca Juga: Lokasi dan Jadwal Samsat Keliling Jakarta, Kamis 9 November 2023

Meski begitu, ia menegaskan Kemenperin tidak dalam posisi mendukung ataupun menolak gerakan boikot produk Israel dan sekutu tersebut.

"Ranah Kemenperin adalah menjalankan kebijakan-kebijakan yang mendukung produktivitas dan daya saing sektor industri," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (2/11).

"Saat ini, fokus kami adalah langkah-langkah pengetatan arus barang impor untuk mendukung pengembangan pasar dalam negeri," tambahnya.

Boikot Parlemen Turki

Sebuah sumber di parlemen Turki mengatakan minuman Coca-Cola dan kopi instan Nestle adalah satu-satunya merek yang dihilangkan dari menu.

Juga menambahkan keputusan tersebut dimaksudkan untuk menanggapi protes besar publik terhadap perusahaan-perusahaan yang mendukung Israel.

Baik pernyataan parlemen maupun sumber tersebut tidak menjelaskan bagaimana Coca-Cola dan Nestle mendukung perang Israel.

Bulan lalu Nestle mengatakan bahwa mereka menutup sementara salah satu pabrik produksinya di Israel sebagai tindakan pencegahan.

Ia menjadi perusahaan raksasa produk konsumen pertama yang mengumumkan tanggapannya terhadap perang tersebut.

Para aktivis Turki dalam beberapa hari terakhir di postingan media sosial menyebut kedua perusahaan tersebut dan menyerukan pemboikotan produk Israel.

Bahkan ratusan ribu warga Turki turun ke jalan untuk memprotes operasi Israel ke Gaza selama sebulan terakhir.

Langkah parlemen Turki ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh pemerintah atau organisasi besar yang menargetkan merek-merek besar dunia terkait perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas.

Selama sebulan terakhir, Presiden Turki, Tayyip Erdogan dan pemerintahannya telah mengkritik tajam serangan Israel ke Gaza dan dukungan Barat untuk Yerusalem.

Di tempat lain, serikat pekerja bongkar muat di pelabuhan Barcelona menolak untuk melakukan bongkar muat material militer di tengah-tengah perang di Gaza.

Sementara serikat pekerja transportasi di Belgia juga menolak untuk menangani peralatan militer yang dikirim ke Israel.

Israel telah membombardir Gaza sejak serangan Hamas ke Israel selatan sebulan yang lalu.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa serangan Israel telah menewaskan lebih dari 10.000 warga Palestina, termasuk sekitar 4.100 anak-anak.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.