Innalillahi, Sang Sastrawan Sufistik Abdul Hadi WM Tutup Usia

AKURAT JAKARTA– Kabar duka, budayawan dan sastrawan sufistik Abdul Hadi WM, wafat di usia 77 tahun pada Jumat (19/1/2024) pukul 03.36 dini hari ini.
Anak almarhum, Gayatri Wedotami menjelaskan, ayahnya wafat setelah dirawat di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.
Jenazah disemayamkan di rumah duka Vila Mahkota Pesona Jatiasih, Bojong Kulur Bogor dan dimakamkan di pemakaman setempat setelah shalat Jumat.
Baca Juga: Rekomendasi 3 Tempat Ngopi di Jakarta Selatan yang Seru saat Musim Hujan
Abdul Hadi Wiji Muthari. Lahir di Sumenep Madura, 24 Juni 1946.
Anggota Dewan Pakar Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) PP Muhammadiyah periode 2010-2015.
Abdul Hadi teman dekat penyair Madura D. Zawawi Imron. Juga akrab dengan Taufik Ismail.
Baca Juga: Rekomendasi 3 Tempat Ngopi di Jakarta Selatan yang Seru saat Musim Hujan
Dia pernah kuliah sastra dan filsafat di UGM dan Universitas Pajajaran.
Pendidikan master dan doktor ditempuh di Universitas Sains Penang Malaysia. Lalu mengajar di universitas tersebut.
Ketika mengajar di Universitas Paramadina Jakarta mendapat jabatan profesor filsafat dan agama tahun 2008.
Abdul Hadi dikenal sebagai ahli filsafat dan sastrawan sufistik ternyata salah seorang perintis berdirinya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bersama Djazman al-Kindi.
Saat muda tahun 1973-1974 dia mendapat beasiswa International Writing Program di Universitas Iowa AS.
Kemudian ke Hamburg, Jerman, selama beberapa tahun untuk mendalami sastra dan filsafat juga.
Aktif di jurnalistik sejak mahasiswa. Menjadi redaktur majalah kampus Gema Mahasiswa (1967-1968), Mahasiswa Indonesia (1969-1974).
Kemudian Redaktur Pelaksana Majalah Budaya Jaya (1977-1978), redaktur majalah Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) (1979-1981), redaktur Balai Pustaka (1981-1983) dan redaktur jurnal kebudayaan Ulumul Quran.
Dipilih jadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta tahun 1982.
Kemudian aktif di media umum tahun 1979 sampai awal 1990-an sebagai redaktur kebudayaan harian Berita Buana.
Karya-karyanya berupa buku antara lain Kembali ke Akar Kembali ke Sumber: Esai-esai Sastra Profetik dan Sufistik (Pustaka Firdaus, 1999), Islam: Cakrawala Estetik dan Budaya (Pustaka Firdaus, 1999), Tasawuf Yang Tertindas,
Judul lainnya Laut Belum Pasang, Meditasi, Cermin, Tergantung pada Angin, Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur, Anak Laut Anak Angin, Madura: Luang Prabhang dan Pembawa Matahari.
Budayawan Abdul Hadi WM juga menerjemahkan karya sastra sufi tulisan Iqbal, Rumi, Hafiz, Goethe dan buku dongeng anak-anak untuk penerbit Balai Pustaka. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







