Jakarta

Meski Berubah Menjadi DKJ, Jakarta Diprediksi Masih Tetap Macet

Lukman Hadi Subroto | 23 April 2024, 13:05 WIB
Meski Berubah Menjadi DKJ, Jakarta Diprediksi Masih Tetap Macet

AKURAT JAKARTA - Status berubah menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), macet diprediksi masih akan terus terjadi.

Padahal Jakarta tak lama lagi resmi menyandang sebagai daerah khusus, bukan lagi ibu kota negara.

Macet yang melanda Jakarta ini diprediksi masih akan tetap terjadi karena kepadatan penduduknya.

Oleh karena itu, perubahan dari DKI menjadi DKJ sepertinya tak berpengaruh pada masalah kemacetan Jakarta.

Baca Juga: UU DKJ: Kelurahan di Jakarta Mendapat Anggaran APBD 5 Persen

Kondisi kemacetan itu tak terlepas dari kekuatan perekonomian Jakarta.

Sebab, hingga kini, Jakarta masih didominasi oleh pedagang eceran dan digerakkan oleh sektor transportasi.

Selain itu, sulit juga untuk mengembangkan industri pengolahan di Jakarta.

Oleh karena itu, pemerintah DKJ nantinya diharapkan bisa mendorong perekonomian selain sektor bisnis.

Baca Juga: Jakarta Tidak Bisa Kendalikan Laju Urbanisasi, Kemendagri: Bagaimana Membatasi Orang Masuk?

Jakarta sendiri memiliki potensi untuk mengembangkan bidang keuangan, asuransi, dan perusahan dengan ketersediaan sumber daya manusia.

Permasalahan lain adalah, pemerintah di wilayah aglomerasi juga harus bisa menyeimbangkan layanan transportasi publik.

Hal ini diharap penggunaan kendaraan pribadi untuk aktivitas di Jakarta bisa perlahan dikurangi.

Selama pola ekonomi tak bisa membangun transportasi publik yang baik beserta infrastrukturnya, maka kota akan semakin padat.

Hal ini berakibat pada polusi dan boros dalam konsumsi bahan bakar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.